Archive: Januari, 2013

Rabithah Alawiyah Gelar Seminar

Posted by admin - 8 Januari 2013 - Berita
0
Seminar

Rabithah Alawiyah mengadakan seminar tentang se jarah dakwah Mufti Betawi, Sayid Utsman bin Yahya, di Jakarta, Sabtu (22/12). Seminar dihadiri sejumlah tokoh, antara lain, Prof Dr Umar Shihab (Ketua MUI), Dr Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), dan wartawan senior Republika Alwi Shihab yang akrab disapa Abah Alwi serta sejumlah pakar studi Islam.

Menurut Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, seminar ini sangat penting untuk mendalami sejarah ulama. “Ini bukan hanya tentang merekonstruksi masa lalu, melainkan juga berkaitan dengan kekinian dan masa depan,” jelasnya.

Pembacaan sejarah, jelas Anies Baswedan, harus memiliki proyeksi karena pakar Ilmu Sejarah Ibnu Khaldun menginginkan sejarah untuk menjadi pembelajaran. “Harus ada keterkaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Kemudian, dianalisis apa keterkaitannya,” kata Anies.

Sementara itu, Dosen IAIN Pa lembang Muhammad Noupal menyatakan, Sayyid Utsman sempat dinilai sebagai pendakwah yang kontroversial. Pertama, dia dianggap pro penjajahan karena dinilai dekat dengan penjajah. Kedua, dia dikenal sebagai pendakwah yang moderat, sehingga diterima di berbagai kalangan.

Analisis kedua, menurutnya, menunjukkan, dakwah Islam yang moderat lebih diterima berbagai kalangan karena tidak konfrontatif.
Sikap moderat menurutnya harus menjadi karakter dan ciri khas Islam di Indonesia.

Ketua Rabithah Alawiyah Zen Umar Smith menyatakan, banyak orang melupakan pentingnya sejarah. Masa kini dan yang akan datang tidak lepas dari sejarah masa lalu. Kalau sejarah diabaikan, seseorang kurang memahami betul fenomena masa kini dan yang akan datang. “Dia hanya memandang sekilas, tidak menyeluruh,” jelasnya.

Acara seminar seperti yang diadakannya perlu ditindaklanjuti agar sejarah menjadi pengetahuan kolektif. “Ini untuk membangun kesadaran baru bahwa Islam yang moderat sudah ada sejak dulu,” imbuhnya.

Seminar kali ini adalah yang ke dua kalinya. Seminar pertama, sepekansebelumnya, membahas tentang profil Sayyid Utsman dan jejak langkahnya. Seminar kedua lebih menitikberatkan pada dakwah dan pengaruhnya. (ed: damanhuri zuhri)

Oleh Erdi Nasrul

Sumber: Harian Umum Republika. Jumat, 22 Desember 2012. Hlm. 7

Festival Rebana IPB Terobosan Baru Media Syiar

Posted by admin - 4 Januari 2013 - Berita
0
Penyerahan hadiah juara 1 oleh Habib Abdurrahman Basurrah

Bogor (ANTARA News) – Pembina Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Dr Ifan Haryanto mengemukakan Festival Rebana se-Bogor Raya dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2012 di kampus perguruan tinggi tersebut merupakan terobosan baru media syiar.

“Ini juga sekaligus memperkenalkan kesenian Islam (rebana) di IPB,” katanya di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Festival Rebana se-Bogor Raya dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu puncaknya dilaksanakan pada Minggu (23/12) dengan mengusung tema “Gebyar Shalawat Cinta Rasul untuk Melestarikan Tradisi Rebana dan Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah”.

KMNU IPB berhasil melangsungkan acara Festival Rebana yang pertama kali sepanjang sejarah IPB.

Ifan Haryanto mengaku sangat mengapresiasi KMNU IPB karena telah menyelenggarakan acara ini dengan sukses.

Ia juga berharap indahnya alunan musik tersebut akan membawa perubahan yang lebih baik, dan bisa menular ke kampus lain.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan IPB Dr Rimbawan menilai, Festival Rebana itu suasananya berbeda dengan lomba yang lain. “Karena lomba ini juga merupakan syi`ar,” katanya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih dan selamat kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara itu.

“IPB sangat mendukung minat dan bakat mahasiswanya. Alangkah senangnya, apabila minat dan bakat di bidang seni yang membawa kehalusan budi dapat meningkatkan daya ingat untuk selalu mensyukuri nikmat,” kata Rimbawan.

Dalam festival itu, juara 1 diraih oleh tim An-Nur dengan total nilai 880, dan berhak atas piala, sertifikat dan hadiah berupa uang senilai Rp2 juta yang diserahkan oleh perwakilan dari Robithoh Al-Alawiyah Indonesia.

Juara 2 diraih oleh tim Nurul Iman dengan total nilai 850, meraih piala, sertifikat serta hadiah uang senilai Rp1,5 juta, diserahkan oleh Direktur Kemahasiswaan IPB.

Sedangkan juara 3 diraih oleh Al-Khidmah IPB dengan total nilai 810, meraih piala, sertifikat dan uang senilai Rp1 juta yang diserahkan oleh pembina KMNU yaitu Dr Aji Hermawan.

Di samping itu, juara favorit diraih oleh tim En-Ha dengan total nilai 800, mendapat piala, sertifikat dan uang senilai Rp750.000, yang diserahkan oleh ketua KMNU Aldy Khusnul Khuluq.

Usai penganugerahan juara festival, acara dilanjutkan dengan pembacaan “Asmaul Husna” dipimpin oleh Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Athas.

Ia mengatakan sungguh di luar dugaan IPB menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Usai membaca “Asmaul Husna”, Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Athas beserta tim hadrah membacakan Simtud Duror.

(A035/E005)

Editor: Tasrief Tarmizi

Sumber: Antara

COPYRIGHT © 2012

Festival Rebana Se-Bogor Raya dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di IPB

Posted by admin - 2 Januari 2013 - Berita
0
Foto bersama pemenang lomba

Pada Ahad, 23 Desember 2012, di Gedung Graha Widya Wisuda Institut Pertanian Bogor telah diadakan untuk pertama kalinya FESTIVAL REBANA 2012 dan Pembacaan Maulid yang dihadiri 1400 peserta. FESTIVAL REBANA 2012 merupakan salah satu rangkaian acara yang diinisiasikan dan dilaksanakan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Uama’ (KMNU) IPB, bekerjasama dengan Himpunan Keluarga Alawiyin IPB yang bertujuan untuk meningkatkan rasa kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan FESTIVAL REBANA 2012 terdiri atas dua kegiatan besar yaitu Festival Sholawat Rebana dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Festival Rebana merupakan lomba  sholawat rebana se-Bogor Raya yang terbuka untuk masyarakat umum (dengan syarat dan ketentuan khusus). Lomba sholawat rebana ini dapat memfasilitasi masyarakat Bogor dalam melestarikan budaya yang semakin ditinggalkan oleh masyarakat. Setiap tim menampilkan dua lagu sholawat yang terdiri dari satu lagu wajib dan satu lagu bebas dengan durasi waktu sepuluh menit. Dari dua puluh tim akan diambil empat juara, yaitu : Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan Juara Favorit.

Acara dilanjutkan dengan Pembacaan Maulid. Kegiatan ini merupakan pengajian akbar dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki sebagai pembicara yang dihadiri oleh tamu undangan, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sebelum mauidhoh hasanah, diadakan pembacaan sholawat shimtu ad-duror yang dipimpin langsung oleh Al-habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Aththas dan diiringi oleh tim rebana gabungan dari peserta. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Rabithah Alawiyah. Habib Abdurrahman Basurrah sebagai perwakilan dari Rabithah Alawiyah hadir pada saat acara berlangsung dan memberikan hadiah kepada pemenang pertama dalam lomba ini.

Alfi Irfan Alhaddad

AWSOM Powered