Archive: Juli, 2014

Marhaban Yaa Ramadhan

Posted by admin - 1 Juli 2014 - Ramadhan
5
Ramadhan Mubarak

Alhamdulillah bulan rajab dan syaban telah berlalu, dan sekarang Ramadhan telah datang, mudah mudahan amalan kita dapat diterima disisi Allah swt.

Rasulullah saw bersabda: keutamaan bulan rajab dibanding bulan lainnya, sebagaimana keutamaan Al Qur,an dengan seluruh ucapan, dan keutamaan bulan Syaban dengan lainnya, sebagaimana keutamaanku terhadap seluruh para nabi, dan keutamaan bulan ramadhan dengan lainnya sebagai keutamaan Allah dengan mahluknya.

Alhamdulillah kita sekarang di dalam bulan Ramadhan bulan yang penuh barokah yang Allah swt berfirman di dalam kitab sucinya :

شهر رمضان الذي انزل فيه القرآن هدى للناس و بينات من الهدى والفرقان فمن شهد منكم الشهر فليصمه ومن كان مريضا او على سفر فعدة من ايام اخر يريد الله بكم اليسر ولا يريد بك العسر ولتكملوا العدة ولتكبّروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون

Artinya

Al Quran diturunkan di bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan 2 mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil, karena itu barang siapa menyaksikan kehadiran bulan itu hendaknya berpuasa dan siapa yang sakit atau bepergian bolehlah dia berbuka dan di bayar di lain hari, Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuknya yang diberikan pada kamu supaya kamu bersyukur.

Maka bersyukurlah atas anugerah Allah swt  yang dilimpahkan pada kalian atas iman dan islam dan juga menjadikan kalian sebagai manusia yang diberi kesanggupan untuk menunakan ibadah solat dan puasa, seumpamanya manusia sujud di atas api yang membara dari mulai diciptakannya dunia ini sampai ahir kiamat, itupun tidak cukup untuk membalas kenikmatan iman dan islam yang diberikan pada kita, dan seumpamanya Allah swt memberikan pada kita dunia dan isinya lalu tidak diberikan kenikmatan islam, maka itu merupakan bala bencana yang besar bagi kita dan pasti akan tergolong dari orang orang yang rugi, dan seumpamanya Allah swt memberikan kenikmatan islam dan tidak memberikan keduniaan, itu tidak membahayakan bagi kita, bahkan kita masih tergolong dari orang orang yang beruntung. Maka perhatikanlah maasyiral muslimin ,kita harus bangga dan mensyukuri kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt pada kita sebagimana firmannya:

قل بفضل الله و برحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون

Katakanlah dengan anugerah Allah dan rahmatnya, maka dengan itu bergembiralah, sebenarnya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

Pembaca yang budiman, Allah swt menurunkan AlQur’an di bulan ramadhan 30 juz dari lauhul mahfudz ke langit dunia ini pada malam lailatul qadar, yang kemudian turun berangsur-angsur menurut kejadian yang diwahyukan melalui malaikat jibril dengan perintah Allah swt kepada Rasulullah saw  selama 23 tahun lamanya, dan ini merupakan batas wahyu yang turun kepada Rasulullah saw yang dimulai pada saat turunnya beliau berusia 40 tahun dan wafat pada usia 63 tahun sedangkan masa tinggalnya Rasulullah di kota Mekkah setelah diutus menjadi nabi 13 tahun lamanya lalu  hijrah ke kota madinah dan tinggal disana 10 tahun, dan ditahun pertama tinggal di kota madinah terbangunlah masjid beliau, dan di tahun itu pula perintah adzan diturunkan, di tahun kedua terjadilah peperangan badar yang terkenal, serta diwajibkannya  puasa ramadhan dan zakat dengan turunnya ayat:

يا ايها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Hai orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum kalian, untuk kalian dapat bertaqwa.

Rasulullah saw telah berpuasa 9 kali selama  hidupnya, 8 kali berpuasa 29 hari dan yang 1 kali genap 30 hari, dan di dalam hadits Rasulullah bersabda:

صوموا لرؤيته وافطروا لرؤيته ، فإن غم عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين يوما

Berpuasalah kapan bulan terlihat , begitu pula berbukalah (artinya disini untuk menentukan hari raya) dan kapan ada kekaburan sehingga tidak terlihat, maka genapilah bulan shaban 30 hari.

Para ulama menerangkan untuk menyaksikan masuk dan keluarnya bulan Ramadhan cukup dengan saksi satu orang yang dianggap adil dan jujur, dan dengan penyaksian orang tersebut maka diwajibkannya berpuasa bagi masyarakat, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Omar R.A. bahwa masyarakat pada waktu itu ingin melihat bulan, maka saya beritahu Rasulullah saw bahwa saya telah melihatnya, maka Rasulullah langsung memerintahkan masyarakat untuk berpuasa.

Disisi lain kebesaran pahala bulan puasa ini, di dalam suatu hadits Rasulullah saw bersabda:

من اشبع فيه صائما سقاه الله من حوضي شربة لا يظماء بعدها ابدا

Barang siapa yang memberikan rasa kenyang kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberikan minuman dari telagaku di hari kiamat yang mana tidak akan merasa haus untuk selamanya.

Ketahuilah, bulan Ramadhan ini mempunyai keistimewaan tersendiri  kalau dibanding dengan bulan yang lain, yang mana 10 hari pertama merupakan rahmat, 10 hari yang kedua merupakan maghfiroh artinya pengampunan, 10 hari yang terahir merupakan kebebasan dari api neraka, maka perbanyaklah di bulan ini dengan empat hal:

2 hal yang merupakan keridhoan Allah swt

2 hal yang kalian tidak akan merasa puas dengannya

Yang pertama merupakan keridhoan Allah swt dengan penyaksian kita akan kalimat Laiha Illillah yang diikuti dengan banyaknya istigfar.

Yang kedua kita meminta kepada Allah swt surga dan dijauhkan dari api neraka.

 

Pembaca yang budiman, berapa banyak anugerah Allah swt di bulan ini, berapa banyak kebaikan-kebaikan dan barokatnya, maka orang yang berbahagia yang selalu mengambil kesempatan untuk mendapatkan anugerah tersebut, dan orang yang tidak bernasib baik niscaya tidak akan mendapatkan anugerah tersebut, sebagaimana diterangkan dalam hadits:

من ادرك  رمضان ولم يغفر له فأبعده الله و اسحقه

Barang siapa yang mengetahui dan berpuasa di bulan Ramadhan dan tidak mendapatkan pengampunan niscaya Allah akan menjauhkan dan memusnahkannya.

 

Para ulama mengartikan hadits ini untuk memudahkan sebab maghfiroh (pengampunan) di bulan suci ini lebih banyak bulan yang lain, ini semua karena kebesaran bulan Ramadhan.

 

Oleh sebab itu  ambillah kesempatan di bulan Ramadhan ini untuk kita bertaubat, dan perbanyaklah dengan segala macam peribadatan dan pendekatan kepada Allah swt, di dalam suatu hadits Rasulullah bersabda:

إن مناديا ينادي كل ليلة من ليالي رمضان ، يا باغي الخير اقبل ويا باغي الشر اقصر

Sebuah panggilan yang memanggil di setiap malam di bulan Ramadhan: Hai yang menginginkan kebaikan majulah, dan hai yang menginginkan kejelekan mundurlah

 

Dengan kesemuanya ini  barang siapa merasa berdosa dengan kedua orang tuanya, maka cepat-cepatlah bertaubat dan berjanji kepada Allah untuk bisa berbakti kepada kedua orang tuanya, sehingga bisa mendapatkan ridho kedua orang tua tersebut, karena ridho Allah berada di ridho kedua orang tua, dan kemurkaan Allah berada di kemurkaan kedua orang tua.

Di dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

من اصبح مرضيا لوالديه مسخطا لي فأنا عنه راض ، ومن أصبح مسخطا لوالديه مرضيا لي فأنا عليه ساخط

Barang siapa direla oleh  kedua orang tuanya dan durhaka untukku, maka aku rela padanya. Dan barang siapa durhaka terhadap orang tuanya, dan rela padaku, maka aku murka akannya.

 

Dan dalam hadits Rasulullah saw bersabda:

من اصبح مطيعا لله في والديه فتح له بابان من الجنة ، ومن اصبح عاصيا لله في والديه فتح له بابان من النار ، وان كان واحدا فواحدا، فقال رجل : وإن ظلماه يارسول الله ؟ قال : وإن ظلماه -  الحديث

Barang siapa taat kepada Allah untuk kedua orang tuanya, maka dibukakanlah untuknya dua pintu di surga nanti, dan barang siapa durhaka terhadap kedua orang tuanya, maka dibukakanlah untuknya dua pintu dari neraka. Dana kalau satu diantara keduanya, maka dibukakannya satu juga. Sehingga bertanya salah seorang, seumpamanya kedua orang tua tersebut mendhaliminya? Dijawab oleh Rasulullah walaupun kedua orang tua tersebut mendhaliminya.

Dalam suatu riwayat datang seorang pemuda kepada Rasulullah saw mengadu bahwa ayahnya mengambil hartanya, maka Rasulullah saw memanggil ayah  tersebut, sewaktu dia datang ternyata sudah tua dan lanjut umurnya, akhirnya Rasulullah saw bertanya: Hai fulan ini anakmu mengadu bahwa kamu mengambil hartanya? Akhirnya orang tua itu berkata: tolong dengarkan aku ya Rasulullah, dia dulu anak yang lemah, dan aku kuat, dan dulu anak yang miskin, dan aku kaya, serta aku dulu tidak pernah melarangnya untuk dia mengambil hartaku, tetapi sekarang aku sudah tua dan lemah, sedangkan dia kuat, dan aku sekarang sudah miskin, dan dia seorang yang kaya, dimana dia ingin melarangku untuk memberikan hartanya, maka Rasulullah disini menangis seraya berkata:

والذي نفسي بيده لا يسمع هذا شجر ولا حجر إلا بكى ، ثم قال للولد : انت ومالك لأبيك ، انت ومالك لأبيك

Rasulullah bersumpah demi allah tidak mendengar ucapan ini batu maupun pohonon terkecuali dia akan menangis, akhirnya Rasulullah berkata kepada anak tersebut: engkau dan hartamu untuk ayahmu, engkau dan hartamu untuk ayahmu.

 

Oleh karena itu, untuk menjaga keislaman kita, sudah sewajibnya kita mengerjakan apa apa yang diperintahkan oleh Allah swt dari semua ketaatan serta meninggalkan semua kemaksiatan, dan ketahuilah diantara penyebab suul hotimah orang melengahkan dan menyepelehkan shalat fardhu dan zakat yang diwajibkan, bagaimana tidak Allah swt telah berfirman serta menjajarkan antara shalat dan zakat:

واقيموا الصلاة وآتوا الزكاة

Dan dirikanlah solat dan berikanlah zakat

Dan banyak lagi ayat-ayat yang berkenaan dengan itu, maka berhati-hatilah dengan masalah zakat ini, karena pelanggaran zakat termasuk dosa yang besar, dalam sabda rasulullah mengatakan :

الزكاة قنطرة الإسلام ، ومانع الزكاة في النار

Zakat itu tiang agama, dan orang yang melanggar dan tidak mengeluarkan zakat maka tempatnya di api neraka.

Dengan kesemuanya ini dianjurkan untuk orang yang beriman untuk mengeluarkan zakatnya dari uang yang bersih dan penuh perhatian kepada orang orang yang mustahiq dengan perasaan ikhlas lillahi taala, yang mana zakat tersebut pembersih dari harta yang kotor begitu juga dari kekikiran. Dan dalil  kecintaan hamba  terhadap Allah swt, dan dalil kesyukurannya terhadap kenikmatan yang diberikan Allah padanya, dan kekikiran dalam mengeluarkan zakat merupakan kebodohan serta kebutaan matanya.

 

Gambar: devianart.net

AWSOM Powered