Archive: Mei, 2015

Nabawi TV

Posted by admin - 15 Mei 2015 - Berita
7
Nabawi TV

 

Anda Akan Mendapatkan Tayangan Tayangan Menarik Dan Mendalam lewat Banyak Ulasan dan Kajian Ilmu dari Ulama Ulama Indonesia dan Guru Guru Tercinta Kita Dari Berbagai wilayah bagian Dunia….. Jangan Lewatkan Segera Cari Channel Parabola Anda ….

SEGERA CARI CHANNELNYA.. !!!
NABAWI TV warisan Risalah Nabi SAW….

http://www.nabawi.tv/

Etika shalat

Posted by admin - 11 Mei 2015 - Aqidah
2
Etika Shalat

Oleh: Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad

Jika kamu shalat di belakang imam, hendaknya kamu memperbaiki cara mengikutinya, karena imam dijadikan hanya untuk diikuti. Janganlah kamu membarengi imam dalam amalan-amalan shalat, apalagi mendahuluinya. Memang seharusnya kamu menjadikan amalan-amalan shalat imam sebagai ikutanmu. Rasulullah SAW bersabda, “Adapun orang yang turun dan mengangkat seblum imam, berarti ubun-ubunnya dikuasai oleh setan.”

Segeralah kamu menuju ke barisan pertama dan merapatkan barisan tanpa harus berbuat sesuatu yang mengejutkan. Takutlah kamu berada di baris belakang apabila masih mungkin untuk maju di baris depan. Rasulullah SAW bersabda, “Suatu kaum yang selalu mundur dari baris pertama sehingga Allah SWT memundurkan mereka dari anugerah Allah dan rahmat-Nya.” Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya mengampuni dosa orang yang berada di baris pertama.”

Ketahuilah, bahwa Rasulullah SAW memohonkan ampunan kepada Allah setiap saat untuk orang yang berada di baris pertama dan untuk orang yang berada di baris kedua hanya satu kali.

Rapatkan dan luruskanlah barisan-barisan dalam shalat. Apabila kamu menjadi imam, perintahkanlah para makmum untuk merapatkan dan meluruskan barisan. Hal demikian perlu karena ia merupakan perkara yang penting di dalan syara, meskipun kebanyakan orang melupakannya. Rasulullah SAW sangat ketat dalam memerintahkan merapatkan dan meluruskan barisan dengan mengucapkan, “Supaya kamu meluruskan barisan-barisanmu atau supaya Allah membedakan antara hati-hati kamu.” Beliau juga menyuruh untuk menutup lubang-lubang barisan melalui sabdanya, “Demi Zat yang diriku dalam kekuasanNya, sesungguhnya aku melihat setan yang sedang masuk pada sela-sela barisan, seakan-akan ia seperti kambing kecil.”

Kerjakanlah shalat lima waktu dengan berjamaah dan secara terus menerus, karena shalat jamaah memiliki kelebihan pahala sebanyak 27 kali dibandingkan dengan shalat sendiri, sebagaimana telah disebutkan dalam hadis sahih. Takutlah kamu meninggalkan shalat berjamaah kecuali dalam keadaan terpaksa. Seandainya kamu datang ke tempat shalat berjamaah tetapi mendapati mendapati shalat jamaah sudah selesai, atau ketika di rumah, demi mencari keselamatan dalam agama, maka sebaiknya kamu kumpulkan orang untuk shalat bersamamu supaya kamu mendapat padahal jamaah dan selamat dari ancaman agama. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaknya setiap orang mukmin menghentikan dari meninggalkan shalat berjamaah atau aku akan membakar rumah-rumah mereka.” Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendengarkan alunan suara adzan dalam keadaan kosong dari pekerjaan dan sehat tetapi tidak mau menjawabnya, maka baginya tidak sempurna shalatnya.”

Semua yang dibahas diatas adalah tentang pentingnya shalat berjamaah, bagaimana menurutmu tentang meninggalkan shalat Jumat yang merupakan fardhu ‘ain? Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan tiga Jumat karena menganggap sepele maka Allah akan mengelak hatinya.”

Apabila kamu merasa punya alasan untuk meninggalkan jama’ah atau Jumat, bayangkanlah pada tempat pelaksanaan saat Jumat terdapat seseorang yang membagi-bagikan dinar kepada orang-orang yang hadir. Seandainya dengan membayangkan demikian kamu akan hadir, maka alasan ketidakhadiranmu tidak sah. Malulah kamu kepada Allah karena berarti hatimu lebih memuliakan harta dunia.

Ketahuilah, bahwa alasan tidak hadir yang benar dapat menggugurkan dosa. Adapun pahala itu tidak bisa diperoleh kecuali dengan mengerjakannya. Benar, bahwa kadang-kadang pahala itu bisa diperoleh bagi orang yang tidak hadir tetapi ini sangat khusus, seperti orang yang dipenjara karena dianiaya dan lain sebagainya, atau tidak hadir karena sedang merawat orang yang tersia-sia dan lain sebagainya.

Orang-orang mukmin yang sempurna imannya tidak akan meninggalkan suatu amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah sekalipun terdapat ribuan alasan untuk meninggalkannya. Oleh karena itu, orang-orang yang sempurna diantara orang-orang yang dekat kepada Allah selalu mengerjakan amalan yang bisa mendekatkan mereka kepada-Nya. Adapun orang yang lemah imannya, sedikit keyakinannya dan terbatas makrifatnya kepada Allah, maka tidak ada rasa susah dalam meninggalkan perkara yang Allah memfardukannya, kecuali gugurnya dosa. Masing-masing memperoleh derajat di sisi Allah dari perkara-perkara yang mereka amalkan.

Tetaplah dengan menanggung setiap orang yang berada dalam kekuasaanmu, seperti anak, istri dan budak untuk mengerjakan shalat. Apabila salah satu dari mereka mencegah untuk mengerjakan shalat, maka kamu harus memberi nasihat dan menakut-nakutinya. Apabila mereka masih tetap meninggalkan shalat, maka kamu boleh memukul dan membentaknya. Apabila mereka masih mencegah untuk mengerjakan shalat, maka kamu harus memutus dan membelakanginya. Hal demikian karena orang yang meninggalkan shalat adalah setan yang jauh dari rahmat Allah, yang lebih dekat kepada benci dan laknat Allah serta yang terhalang kasih sayangnya. Memusuhi setan adalah wajib atas setiap orang muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada agama bagi orang yang tidak shalat. Orang yang meninggalkan shalat itu ibarat kepala tanpa badan.”

Tetaplah kamu dengan meninggalkan semua kesibukan-kesibukan dunia pada hari Jumat dan jadikanlah hari yang mulia ini murni untuk mencari akhirat. Janganlah kamu sibuk pada hari-hari Jumat kecuali hanya untuk mencari kebaikan dan hanya untuk menghadap kepada Allah. Perbaikilah dirimu dari pengawasan Allah pada hari yang mustajab, yaitu pada hari Jumat yang baik untuk memohon kebaikan dan perlindungan kepada Allah.

Tetaplah kamu dengan berangkat pagi-pagi menuju shalat Jumat. Pergilah menuju shalat Jumat sebelum tergelincirnya matahari dan duduklah di dekat mimbar agar dapat mendengarkan sambil memperhatikan khutbah. Hindarkanlah dirimu dari sibuk sendiri, tidak dari memperhatikan khutbah dengan zikir atau pikir, apalagi bermain-main. Rasakanlah bahwa seolah-olah semua nasihat baik dan wasiat yang kamu dengarkan tertuju kepadamu.

Setelah selesai shalat Jumat, masih dalam posisi duduk tasyahud akhir dan belum berbicara sesuatu pun, bacalah surat Fatihah, surat Ikhlas dan mu’awwidzatain, masing-masing tujuh kali. Kemudian, sebelum meninggalkan tempat shalat, bacalah Subhanallahiladzim wa bihamdih sebanyak seratus kali. Keutamaan atas bacaan-bacaan di atas telah disebutkan khabar. Wa billahi-t-taufik. 

Sumber foto: di sini

AWSOM Powered