Archive: Agustus, 2016

Penerimaan Mahasiswa/i Baru Universitas Al-Ahgaff T.P. 2016-2017 (Gelombang Kedua)

Posted by admin - 31 Agustus 2016 - Informasi Beasiswa
0
Universitas Al-Ahgaff Yaman

Pengumuman penerimaan Mahasiswa/Mahasiswi Baru Universitas Al-Ahgaff T.P. 2016-2017 (Gelombang Kedua)

Syarat-Syarat Pendaftaran:
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Fotokopi ijazah SMU/MA/sederajat dengan nilai akumulasi rata-rata minimal 7,5. (Ijazah tidak lebih dari tiga tahun.)
3. Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 latar belakang putih.
4. Surat pengantar dari pondok pesantren atau sekolah.

Mekanisme Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai Tgl. 01 September 2016 s/d 15 September 2016.
Berkas pendaftaran dapat dikirim melalui pos, jasa titipan kilat, e-mail, atau WhatsApp (WA).

Contact Person:
1. Ust.Abdul Halim Hafidz Telp& WA: 081357830987
2. Ust.Zen Farodis Telp&WA: 081231892358

e-mail: ahgaff_indonesia@yahoo.com

Alamat pos:
Panitia Seleksi Univ.Al-Ahgaff Yaman
a/t. Ust.Abdul Halim Hafidz Maulahela
d/a. Yayasan Al-Ahgaff Jl. Jagasatru No.56/193 Kota Cirebon 45115

Halal bi Halal Rabithah Alawiyah Bandung

Posted by admin - 31 Agustus 2016 - Berita, Foto
3
Halal bi Halal DPC RA Bandung (1)

Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan halal bi halal Rabithah Alawiyah cabang Bandung pada tanggal 18 dzulqo’da 1437 H/21 agustus 2016. Acara ini dibuka langsung oleh ketua Rabithah Alawiyah cabang Bandung Sayyid Faisol Shahab dan dihadiri oleh keluarga Alawiyyin Bandung sebanyak 130 undangan di kediaman Sayyid Mahdor Alkaff.

    Menag: Rabithah Alawiyah Miliki Sumbangsih Luar Biasa Bagi Perkembangan Islam Indonesia

    Posted by admin - 15 Agustus 2016 - Berita
    0
    Bpk. Lukman Hakim Saifuddin dan Hb. Zen Umar Smith

    Jakarta (Pinmas) — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Rabithah Alawiyah yang didirikan dua bulan setelah peristiwa Sumpah Pemuda tepatnya tanggal 27 Desember 1928 merupakan salah satu ormas Islam yang memiliki sumbangsih yang luar biasa bagi perkembangan Islam di Indonesia.

    “Keberadaan Rabithah Alawiyah berdiri tidak hanya untuk menjaga dan memelihara nilai-nilai Islam di dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia ketika belum merdeka, akan tetapi juga turut menjaga landasan semangat kebangsaan masyarakat dapat tetap lestari yang pada akhirnya mewarnai corak keislaman bangsa Indonesia,” demikian disampaikan Menag saat menghadiri Muktamar Nasional Rabithah Alawiyah ke-24 di Jakarta, Minggu (7/8).

    Muktamar diikuti oleh Dewan Pengurus Pusat, Dewan Pengawas, Dewan Penasehat, Pengurus Maktab Daimi, Cabang-cabang Rabithah Alawiyah, Perwakilan Rabithah Alawiyah wilayah, Utusan Daerah, Peninjau dan Tokoh Masyarakat diselenggarakan sejak tanggal 5 dan akan berakhir pada 8 Agustus 2016.

    Dikatakan Menag, Bani Alawi sangat kuat dalam menjaga tradisi, sehingga cara transformasi pengembangan nilai-nilai ajaran Islam sangat diperhatikan dengan serius, bagi Bani Alawi, sanad tidak bisa diabaikan keberadaannya begitu saja.

    Menag dalam kesempatan mengatakan, di era globalisasi dan digitalisasi dengan perkembangan media sosial dan revolusi teknologi informasi begitu pesat, tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini adalah bagaimana corak Islamdi Indonesia sejakberpuluh-puluh tahun yang lalu dapat dipertahankan keberadaannya. Terlebih dengan maraknya paham-paham yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

    Oleh karenanya, pada Muktamar Rabithah Alawiyah ke-24 ini, Menag menitipkan pesan: Pertama, Islam rahmatan lil alamin yang telah berkembang dengan baik di Indonesia harus senantiasa diperlihara dan dijaga. Kedua, menghadapi maraknya ajaran-ajaran Aswaja dan paham-paham lain, kita tidak boleh antipati akan tetapi harus mengembangkan cara yang lebih efektif agar umat mendapat pencerahan yang sesungguhnya.

    Pesan Menag Ketiga, salah satu cara menghadapi paham-paham radikal yang berkembang di masyarakat melalui menggunakan multi media secara efektif. Terlebih generasi muda saat ini lebih akrab dengan multi media.

    “Oleh karenanya, kegiatan dakwah hendaknya mulai dikembangkan melalui pemnafaatan multi media,” ujar Menag.

    Keempatmenurut Menag, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia selain paham keagamaan adalah pengembangan ekonomi umat. Terlebih, Rabithah Alawiyah didirikan karena semangat untuk memberdayakan dan melakukan penguatan ekonomi umat.

    Pada kesempatan tersebut Menag juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para habaib karena dinilai sangat membantu dalam menjalankan salah satu misi Kementerian Agama di antaranya, penyelenggaraan ibadah haji.

    “Kami (Kemenag-red) dapat menyelenggarakan ibadah haji dengan baik berkat bantuan para habaib yang ikut menjalin komunikasi dengan pihak Arab Saudi, sehingga Indonesia di mata Arab Saudi selalu harum namanya,” ujar Menag. (didah/dm/dm).

     

    Sumber: di sini

    Wapres Buka Muktamar Rabithah Alawiyah

    Posted by admin - 10 Agustus 2016 - Berita
    2
    IMG_3430

     

     

    Jakarta (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Muktamar Nasional ke-24 Rabithah Alawiyah di Jakarta, Sabtu, yang dihadiri sejumlah ulama dan habaib.

    “Mudah-mudahan Muktamar Rabithah Alawiyah ini menghasilkan hal-ha1 yang baik untuk negeri ini. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” kata Wapres.

    Ia menilai organisasi Islam, termasuk Rabithah Islam, memiliki peran yang cukup besar dalam pembangunan sosial masyarakat di Indonesia, baik pada masa perjuangan maupun setelah kemerdekaan.

    Wapres menyebutkan Sarikat Islam telah lahir lebih dari 100 tahun yang lalu, Muhammadiyah sudah 100 tahun, Nahdlatul Ulama hampir 100 tahun sama dengan Rabithah Alawiyah.

    “Kita bersyukur dan terima kasih kepada para ulama dan habaib atas perjuangan dan pengorbanan untuk kita semuanya,” ujar Wapres dalam muktamar yang digelar setiap lima tahun sekali itu.

    Menurut keterangan pihak panitia, Rabithah Alawiyah berdiri pada 1928 yang garis perjuangannya di bidang pendidikan dan dakwah dengan cara-cara yang santun.

    Organisasi kemasyarakatan berbasis sosial keagamaan itu mengklaim selalu menghormati kebijakan pemerintah dan menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia.

    Anggota organisasi ini lebih banyak dari kalangan ulama warga negara Indonesia keturunan Arab dengan Habib Zen Umar bin Smith sebagai ketua umum periode 2011-2016 dan Habib Idrus Al Hamid sebagai wakil ketua umum.

    Editor: Fitri Supratiwi

     

    Sumber: di sini

    AWSOM Powered