Archive: Februari, 2017

Bangsa Betawi Akan Musnah Jika Reklamasi Terus Berjalan

Posted by admin - 25 Februari 2017 - Berita, seminar
0
Seminar Disertasi (7)

Hidayatullah.com— Para ulama Betawi meski berpegang pada tasawwuf akhlaki dan cenderung bersikap moderat (tawassuth dan al-tawazun) mereka dikenal tegas jika kepentingan agama diganggu.

Demikian disampaikan Dr. Saidun Derani, Lektor Kepala Sejarah Islam Asia Tenggara pada Departemen Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dr. Saidun menyontohkan sikap tegas KH.Abdullah Syafii menolak kebijakan Pemda DKI Jakarta, Ali Sadikin yang dinilai merugikan umat Islam.

Karena itu, Dr. Saidun memberi perhatian khusus terkait reklamasi Jakarta yang kebanyakan pembelinya jelas bukan orang Betawi dan bukan pula orang-orang pribumi.

 “Kalau reklamasi terus berjalan, habislah Bangsa Betawi di Jakarta,” terangnya seminar dengan tema “Peran Ulama Betawi dalam Transmisi Keilmuan Islam di Jakarta Abad XX” hari Sabtu 18 Februari 2017, yang diselenggarakan Departemen Dakwah Rabithah Alawiyah yang dipimpin oleh Habib Ali al-Bahar.

Itulah sebabnya, menurut Saidun, para ulama Betawi dan umat Islam di Jakarta menolak dengan tegas calon gubernur yang mendukung reklamasi.

Dalam acara yang diadakan di Gedung Rabithah Alawiyah, Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan dan dimulai pada pukul 10.00 dan berakhir sebelum waktu Ashar, ini Saidun banyak mengular peran ulama dan habaib Betawi.

Menurutnya, Tanah Betawi memiliki banyak ulama-ulama hebat seperti Guru Mughni, Guru Manshur, KH. Abdullah Syafii, KH. Thohir Rohili, KH. Noer Ali, dan KH.Mu’allim Syafii Hazdami.

Begitu pula dari kalangan habaib, diantaranya yang menonjol pada Abad ke-20 adalah Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang (w. 1968), Al-Habib Ali bin Husein al-Attas Bungur (w. 1976 M), dan Al-Habib Salim bin Ahmad bin Jindan (w. 1969 M) yang dikenal sebagai Tiga Serangkai Ulama Tanah Betawi. Banyak murid yang dating belajar kepada para ulama ini yang di antara mereka nantinya ada yang menjadi ulama besar pula.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Habib Hamid al-Qadri juga menghadirkan Alwi Alatas, MHSc sebagai pembahas.

Alwi Alatas pada sesi berikutnya menjelaskan bahwa para ulama Betawi memang tidak meninggalkan artefak sejarah dan juga banyak yang tidak meninggalkan tulisan, terlebih tentang sejarah mereka sendiri.Namun mereka meninggalkan jejak sejarah yang agung berupa manusia-manusia yang berilmu dan berakhlak mulia.

“Para ulama ini menulis di dalam jiwa-jiwa manusia,” terang Alwi.

Mungkin juga karena keikhlasannya mereka tidak peduli jika nama dan kisah mereka tidak begitu tercatat di dalam lembaran sejarah. “Bagaimanapun juga,” lanjut kandidat doktor pada International Islamic University Malaysia ini.

“Kami para sejarawan memerlukan catatan sejarah tentang para ulama.”

Sayangnya sumber-sumber sejarah tentang ulama di masa lalu sangat sedikit dan sulit didapatkan.Karena itu menjadi tanggungjawab kaum Muslimin, khususnya mereka yang berguru kepada para ulama di Betawi,untuk menulis tentang guru-guru mereka. Agar orang-orang dari generasi berikutnya bisa mengetahui dan bisa mengambil pelajaran dari kiprah para ulama di masa lalu.

Dalam sambutannya saat membuka seminar, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Umar bin Smith, mengingatkan para akademisi dan doktor agar jangan hanya mengejar ilmu tetapi mengabaikan akhlak.

Perpaduan ilmu dan akhlak merupakan hal yang telah lama dicontohkan oleh para ulama dan habaib, tetapi tampaknya belakangan ini semakin kurang diperhatikan.

Dr. Saidun membenarkan apa yang disampaikan oleh ketua umum Rabithah tersebut. Ia menyayangkan semakin banyak intelektual dan akademisi, khususnya yang belajar di Barat, yang tidak menghargai ulama dan mengabaikan akhlak yang mulia. Dr. Saidun merasakan betapa santun adab yang diajarkan dan dicontohkan para ulama di Betawi.

Saidun mengakui, mesli berasal dari Bangka, tetapi sejak tahun 1977 pindahke Jakarta dan banyak berguru pada para ulama Betawi.

Seminar tentang ulama Betawi ini berjalan dengan baik hingga sekitar pukul 15.00, dengan diselingi shalat Dzuhur dan makan siang di tengah-tengahnya.

Ruang yang cukup besar itu hampir penuh diisi oleh peserta seminar. Sambutan para peserta terhadap kegiatan ini juga sangat baik dan mereka berharap Rabithah Alawiyah dapat menyelenggarakan kembali seminar semacam itu.*/kiriman  Abu Abdillah (Jakarta)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Sumber: di sini 

Rabithah Alawiyah Mengadakan Seminar Disertasi

Posted by admin - 25 Februari 2017 - Berita, Foto
1
Seminar Disertasi (1)

    Rabithah Alawiyah mengadakan Seminar Disertasi dengan tema “Peran Ulama Betawi Dalam Transmisi Keilmuan Islam di Jakarta Pada Abad XX” yang dibawakan oleh Dr. Saidun Derani, MA (Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan pengulas Alwi Alatas, MHSc. pada Sabtu, 18 Februari 2017 di Gedung Rabithah Alawiyah Simatupang.

    Rabithah Alawiyah Silaturahim ke Republika

    Posted by admin - 22 Februari 2017 - Berita
    0
    Rabithah Alawiyah Silaturahim ke Republika

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Organisasi sosial keagamaan Rabithah Alawiyah, bersilaturahim ke Republika, Jumat (17/2). Silaturahim kali ini pun diterima baik dari redaksi maupun direksi dari Republika.

    Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zein bin Umar Smith, mengungkapkan, rasa terima kasihnya atas kehadiran Republika di Indonesia. Pasalnya, sebagai salah satu media arus utama, Republika tetap tangguh menjaga eksistensinya dengan terus memegang teguh prinsip Islami.

    “Pada posisi sekarang, saat media mainstream banyak berseberangan dengan umat, titik kecil ini (Republika) sangat bersinar,” kata Zein, Jumat (17/2).

    Dia menekankan, Republika saat ini menjadi satu-satunya media arus utama yang senantiasa bernapaskan Islam, sebagai tempat bergantungnya umat Islam. Menurut Zein, itu pula yang jadi alasan paling kuat Rabithah Alawiyah, mengajak segenap umat memperkuat Republika sebagai pegangan umat.

    Senada, Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaidi, turut berterima kasih atas dukungan umat Islam, sehingga Republika 4 Januari lalu genap berusia 24 tahun. Padahal, selama ini, cukup banyak persaingan yang harus dihadapi, terutama begitu pesatnya gelombang media sosial.

    “Sehingga, dengan suka duka kita terus mengawal media ini agar tetap istiqomah, supaya kita punya energi yang besar menebarkan dakwah,” ujar Irfan.

    Selain Habib Zein, ada pula dua Waketum Rabithah Alawiyah Ahmad Umat dan Ahmad Riyad, serta Bendahara Umum Mustafa. Sementara, dari Republika turut hadir Direktur Utama Agoosh Yoosran, Wapemred Hasan Murtiaji, wartawan senior Abah Alwi dan sejumlah redaksional Republika.

    Sumber: di sini

    Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Pemuda Rabithah Alawiyah

    Posted by admin - 22 Februari 2017 - Berita, Foto
    0
    Maulid Pemuda Rabithah Alawiyah (2)

      Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

      Alhamdulillah wa syukurillah, pada hari Minggu 12 Februari 2017 Pemuda Rabithah Alawiyah mengadakan acara “Maulid Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi  Wasallam 1438 Hijriyah” dengan tema “Persatuan Pemuda Alawiyyin”. Acara dilaksanakan di Gedung DPP Rabithah Alawiyah & dimulai sekitar pukul 09.30 pagi WIB.

      Acara dihadiri oleh lebih dari 120 hadirin Sayyid & Syarifah dari Jabodetabek & kota lainnya, serta dihadiri oleh Habib Zein Bin Smith selaku Ketua DPP Rabithah Alawiyah, Habib Abdurrahman Basurah, Habib Abdullah Ba’abud, dan lain-lainnya serta dihadiri juga oleh beberapa elemen Alawiyyin lainnya yaitu Alumni Pemuda Rabithah Alawiyah, Alumni Beasiswa Rabithah Alawiyah, Asyraaf UI, Syabab Alawiyyin Bogor, Yayasan Nusantara, Ba’alwy Community, dan lain sebagainya.

      Acara dibuka dengan lantunan Qasidah-qasidah lalu dilanjutkan pembacaan Kitab Maulid Simthud Duror karangan “Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi” secara marathon oleh para pemuda-pemuda & diselingi oleh Qasidah-qasidah yang dibawakan oleh para pemuda dari “Syabab Alawiyyin Bogor”. Acara dilanjutkan dengan Sambutan &  sedikit tausiyah tentang Akhlak Nabi Muhammad SAW, tujuannya berdakwah, & tugas para Sayyid/Syarifah untuk  menerapkannya oleh Ketua DPP Rabithah Alawiyah “Habib Zein bin Umar Smith” lalu diteruskan dengan sambutan oleh Ketua Pemuda Rabithah Alawiyah Ali bin Syech Alaydrus & Ketua Panitia Acara Mohsen bin Hamid Al-Atthas & dilanjutkan oleh sambutan dari beberapa perwakilan elemen Alawiyyin yang hadir yaitu Syabab Alawiyyin Bogor, Yayasan Nusantara, Barisan Muda Arrabithah Alawiyyah, dll.

      Selanjutnya acara dilanjutkan oleh tausiyah inti yang disampaikan oleh “Habib Ali bin Hasan Al-Bahar”. Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan tentang Kemuliaan & segala yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW, Kemuliaan Syarifah yang harus dijaga oleh para Sayyid, kemuliaan Haba’ib yang juga harus menjaga sikap, & pengalaman beliau tentang kevalidan nasab Maktab Daimi diluar negeri. Acara ditutup dengan do’a bersama & dilanjutkan dengan ramah tamah. Walaupun cuaca turun hujan semenjak pagi hari, tetapi tidak menyurutkan para hadirin untuk hadir dalam acara ini.

      Semoga kedepannya acara-acara seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin serta terus menjadi wadah dakwah & silaturahmi untuk Sayyid & Syarifah khususnya dikalangan pemuda, Amiin ya robbal alamiin.

      Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

      (Ditulis oleh: Ali Alattas, Dokumentasi: Bobby Al-Haddad, Aliyah Baraqbah, Hasan Assegaf)

       

      Pelatihan Riset Kualitatif

      Posted by admin - 14 Februari 2017 - Berita
      0
      Pelatihan Riset Kualitatif (5)

      Pelatihan Riset Kualitatif diadakan oleh Bidang Pendidikan Rabithah Alawiyah telah diselenggarakan pada Sabtu, 11 Februari 2017 dengan trainer Dr. Halid Alkaff (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Diikuti oleh 28 peserta dari berbagai universitas negeri dan swasta.

        Pelatihan Riset Kualitatif

        Posted by admin - 3 Februari 2017 - Berita
        0
        Pelatihan Riset Kualitatif

        AWSOM Powered