Sekolah Ramadhan, Momentum Kembali ke Fitrah

Posted by admin - 26 Mei 2017 - Berita - 4 Comments

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tanpa terasa, bulan Ramadhan kembali tiba. Bulan penuh keberkahan yang di dalamnya Allah SWT menurunkan banyak anugerah.

Seperti biasanya, bulan ini disambut dengan penuh sukacita dan semangat oleh kaum Muslimin, baik tua maupun muda. “Sebuah kegembiraan yang tidak dapat diukur melalui kacamata dunia yang fana ini,” kata  Ketua umum Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Smith dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (25/5).

Habib Zen menambahkan, Ramadhan sejatinya adalah sebuah sekolah yang di dalamnya sarat akan nilai-nilai luhur kemanusiaan. “Nilai-nilai yang dapat menjadikan seorang Muslim kembali kepada fitrahnya, kembali kepada kemuliaannya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang padanya dituntut kedisiplinan fisik, mental dan tentu saja waktu dalam menjalankannya,” tuturnya.

Di dalam bulan ini Allah SWT memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk lebih mendekatkan diri dan membukakan pintu ampunan serta rahmat-Nya yang amat luas bagi mereka yang sungguh-sungguh menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya. “Ramadhan dapat diibaratkan sebagai sebuah kawah candradimuka, yang di dalamnya kekuatan sejati kaum Muslimin sebagai rahmatan lil ‘alamin kembali diperbaharui,” paparnya.

DPP Rabithah Alawiyah mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi kaum Muslimin. DPP Rabithah Alawiyah  juga ingin kembali mengingatkan hakikat utama puasa, yaitu untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa.

“Melihat perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara belakangan ini, yang penuh dengan hiruk-pikuk dan seolah tanpa akhir, maka sudah selayaknya momen Ramadhan kali ini dijadikan sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan introspeksi diri untuk kembali ke fitrah sebagai manusia yang berakhlak luhur,” ujar Habib Zen.

Rabithah Alawiyah mengajak kaum Muslimin untuk melakukan perenungan kembali atas apa yang telah terjadi seraya menjadikannya sebagai pelajaran berharga untuk melangkah ke arah yang lebih baik. “Ramadhan sebagai sekolah kehidupan tentunya merupakan wahana yang tepat untuk mewujudkannya,” papar  Habib Zen  bin Smith.

Sumber: Republika

Foto: di sini

4 comments

  • ANDI MUHAMMAD NUR mengatakan:

    Salam.
    Ana mohon penjelasan dr Rabithah, terkait marga baalawi. Soalnya di Manado ana punya teman bermarga BAFTHIM. tp belum jelas apakah bagian dr baalawi atau tidak. Sebagian mengatakan iya sbgan blngx bukan. Tp ana membaca dlm beberapa sumber ada marga ABU FATHIMAH atau ABU FATHAIM. Yg di Indonesia biasa penulisannya saya dapati BOUFTEIM.
    ABAH dr teman saya namanya AWAD bin SYEKH SALIM (dr Yaman) wafat di Manado THN 1941, dan saya dua kali ziarah maqamnya.. Syekh Salim abahnya bernama SAID tinggal/wafat di YAMAN.
    Semoga kiranya bisa dapat kejelasannya.
    Afwan wa syukran
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

    ANDI MUHAMMAD NUR
    Hp. 081340681278
    WA. 087816198412

  • Mohon informasi dimana mendapatkan formulir registrasi nasab.

    Wassalam – H.M.Historya Ayanda bin H. Sidi Makmur bin Sidi Tanin bin Sidi Kati bin Sidi Susun (asal Pariaman – Sumatera Barat bertempat tinggal di Depok – Jawa Barat)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

AWSOM Powered