Click here to send us your inquires or call (852) 36130518

Upaya Memudahkan Penghidupan

Posted by admin - 11 November 2013 - Aqidah - No Comments

Kepada seseorang yang oleh Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad RA dipandang sangat memperhatikan penghidupan sehari-hari, beliau menasehatinya sebagai berikut, “Bacalah kitab Al-Faraj Ba’da Asy-Syiddah, dan bacalah terus menerus firman Allah SWT, “Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan akan memberikan rejeki kepadanya tanpa disangka-sangka (dari mana datangnya). Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sungguhlah Allah telah menetapkan ketentuan bagi segala sesuatu. (QS Ath-Thalaq: 2 – 3), tiap usai shalat, walaupun hanya tiga kali. Ayat tersebut itulah yang menjadi dasar penulisan kitab tersebut.”

Kemudian beliau RA melanjutkan, “Semua urusan yang Anda lakukan hendaklah didasarkan pada sangkaan baik terhadap Allah agar anda merasa lega di dada. Sebab, tiap urusan akan menjadi mudah bila didasarkan pada sangkaan baik terhadap Allah. Manusia adalah lemah. Memang dia diciptakan Allah dalam keadaan seperti itu. Kisah Nabi Adam AS yang dipaparkan dalam Al-Quran adalah untuk menjelaskan kelemahan anak Adam. Allah SWT menempatkannya di dalam surga, tetapi setelah dia dilarang makan buah dari sebatang pohon, ternyata dia tidak dapat menahan diri.

“Yasin (surat ke-36 di dalam Alqur’an) dan Laa ilaaha ilallah adalah obat bagi segala sesuatu. Jika anda masih sukar dalam menghapal surat itu selengkapnya, baca sajalah hingga ayat ke-9 (… yubshirun). Yasin adalah jantung Alqur’an, dan bagi kaum yang beriman surat tersebut amat besar artinya. Bahkan, jika ada orang yang sakit, tergelincir, dipermalukan, jatuh, tertimpa suatu musibah, atau mengharapkan kasih sayang; kepadanya selalu dikatakan, ‘Engkau harus membaca Yasin untuk mendapat lindungan Ilahi.’ Demikian besar dan pentingnya kedudukan Surat Yasin bagi kaum beriman, dan mereka pun amat memuliakannya. Bahkan, hingga sekarang hal itu terus berlangsung.”

Alhaddad, Al-Imam Habib Abdullah bin Alawi. 2002. Pemantap Hati: Mutiara Kata dan Nasihat. Bandung, Pustaka Hidayah.

No comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

AWSOM Powered