Category: Berita

Posko Banjir Rabithah Alawiyah

Posted by admin - 7 Februari 2018 - Berita
0

    Rabithah Alawiyah telah membuka posko banjir di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur. Posko ini untuk membantu korban banjir yang melanda Jakarta pada Senin 5 Februari 2018. Kepemudaan Rabithah Alawiyah turut aktif mendatangi rumah-rumah korban dan memberikan bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan keperluan lain yang dibutuhkan.

    Bagi yang ingin menyumbangkan dananya untuk korban banjir dapat transfer ke rekening BCA 504 0099 001 a.n. Rabithah Alawiyah.

    Untuk informasi lebih lanjut sila hubungi Ali Alaydrus (Ketua Kepemudaan Rabithah Alawiyah) 08 7777 922 972.

    Keutamaan Akhlak Karimah

    Posted by admin - 8 Januari 2018 - Aqidah, Berita, Bina Keluarga, Cerita Islami, Da'i dan Dakwah
    0

    Akhlak adalah budi pekerti atau kelakuan, ada yang baik dan ada yang tidak. Islam sangat menjunjung akhlak yang mulia dan banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam. Banyak sekali dalil yang berhubungan dengan keutamaan akhlak yang mulia, di antaranya:Akhlak karimah merupakan suatu amalan yang memiliki bobot timbangan kebajikan yang sangat berat di hari kiamat kelak, sebagaimana hadits Nabi Shallahu ‘alahi wassalam:

    Dari Abu Darda` dari Nabi Shallahu ‘alahi wassalam bersabda “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (kebajikan pada hari Kiamat) dari amalan husnul khuluq (akhlak yang baik). (H.R. Abu Daud 4799 dan Tirmizi 2002-Hadits hasan shahih).

    Sebagaimana kita ketahui bahwa hidup di dunia hanya sebentar, karena itu untuk mensiasati umur yang pendek ini sehingga kita memiliki bobot timbangan kebajikan yang sangat berat di hari Kiamat kelak, maka kita harus berusaha seoptimal mungkin untuk mewujudkan akhlak karimah ini ke dalam diri kita.

    Dan amalan ini pula yang terhitung paling banyak memasukkan manusia ke Surga. Dalam suatu hadits:

    Dari abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam pernah ditanya tentang (amalan apa) yang banyak memasukkan manusia ke dalam Surga, maka beliau menjawab : “Takwa kepada Allah dan husnul khuluq (berprilaku baik), dan beliau juga ditanya mengenai (hal apa) yang banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, maka beliau menjawab “Mulut dan kemaluan”. (H.R. At-Tirmidzi 2004 dan Ibnu Majah 4246 dan Tirmidzi mengatakan hadits hasan gharib).

    Urgensi Akhlak dalam Islam

    Islam menempatkan akhlak dalam posisi yang sangat signifikan yang harus dipegang teguh para pemeluknya, sampai-sampai perilaku yang baik (akhlak karimah) menjadi tolak ukur bagi kualitas kebaikan seseorang. Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam pernah ditanya oleh seorang sahabat yang bernama An-Nawwas r.a. :

    Dari Anwwas bin Sim`an Al-Anshari berkata; Saya bertanya kepada Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam mengenai (apa itu) kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab : “Al Bir (kebajikan (itu adalah) husnul khuluq (perilaku yang baik) dan dosa (itu adalah) setiap yang meragukan dalam hatimu dan kamu benci (apabila) orang lain mengetahuinya.(HR: Muslim 2553. Tirmidzi 2389 dan Ad-Darimi 2789).

    Seorang tidak dikatakan cinta kepada kebaikan sebelum ia mewarnai dirinya dengan perilaku yang baik, karena husnul khuluq –sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits diatas– merupakan cerminan lahiriah yang harus melekat dari seseorang yang mengaku cinta kepada kebajikan.

    Bahkan, perilaku yang baik (husnul khuluq) ini merupakan barometer (ukuran) dari keimanan seseorang. Dengan kata lain keimanan seseorang dapat dinilai dari kualitas akhlak yang bersangkutan. Sebagaimana sabda Nabi Shallahu ‘alahi wassalam:

    Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Bersabda Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam : “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik (interaksinya) akhlaknya terhadap wanita (istri)nya.” (HR:Tirmidzi 1162 dan Ahmad 7396).

    Artinya keimanan seseorang belum bisa dikatakan tepat, sempurna dan sampai kepada sasaran apabila yang bersangkutan belum mewarnai dirinya dengan perilaku-perilaku yang baik (akhlak karimah). Dan konsistensi akhlak seseorang dapat dilihat dalam interaksinya di tengah-tengah keluarganya, karena bisa jadi ia dipandang baik oleh masyarakat sekitarnya, tetapi ia arogan terhadap anak dan istri (keluarga)nya.

    Ajaran Islam dalam seluruh aspeknya selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia (akhlak karimah). Karena memang misi asasi dari diutusnya Nabi Muhammad Shallahu ‘alahi wassalam kepada umat manusia dengan ajarannya yaitu Islam, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

    Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Bersabda Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam :

    “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia”.(Ahmad 8938).

    Sumber Nilai Akhlak

    Hanya Al Quran dan As Sunnah saja yang merupakan sumber, ukuran, dan dasar bagi kaum muslimin dalam berpikir dan bertindak. Menjadikan Al Qur`an dan As Sunnah sebagai sumber petunjuk dalam bersikap dan menyikapi hidup dan kehidupan merupakan pesan yang disampaikan Rasulullah Shallallahu `alaihi wassalam kepada umatnya dengan sabdanya:

    “Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya” (H.R. Malik dalam kitab Al Muwaththa`).

    Dan untuk mengetahui bagaimana mengekspresikan kedua sumber asasi tersebut dalam kehidupan kita, bagaimana beliau Shallahu ‘alahi wassalam bersikap terhadap Rabbnya, dalam keluarga, kerabat, masyarakat dll, yaitu dengan menelusuri kehidupan dan keperibadian Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam, karena sebagaimana yang dituturkan oleh dalam `Aisyah Radhiyallah `Anha ketika ditanya mengenai akhlaq Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam, maka beliau menjawab:

    “Akhlaqnya Shallallahu `alaihi wassalam adalah Al Qur`an.” (H.R. Ahmad).

    Sedang dalam Al Qur`an Al Karim, Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

    “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. 68:4).

    Meneladani kehidupan Rasulullah Shallahu ‘alahi wassalam merupakan jalan menggapai kecintaan dan keridhaan-Nya, Firman Allah Subahanahu wata’ala:

    Katakanlah:”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

    Habib Zen: Moral Generasi Now Sudah Menurun Drastis

    Posted by admin - 8 Desember 2017 - Berita, Rakernas
    2

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Rabithah Alawiyah menggelar Rapat Kerja Nasioonal (Rakernas) selama tiga hari di Jakarta sejak Jumat (24/11) kemarin. Ketua Umum RA, Habib Zen bin Umar Smith mengatakan, rakernas ini merupakan suatu amanat mempertajam program-program yang disepakati dalam Muktamar Rabithah Alawiyah.

    Habib Zen mengatakan, bahwa pada zaman ini moral generasi muda sudah menurun drastis, sehingga Rabithah Alawiyah menjadikan program dakwah sebagai ujung tombak untuk membangun bangsa ini ke depan. “Dakwah saat ini menjadi ujung tombak kegiatan, karena masalah akhlak, masalah moral saat ini menjadi bagian yang sangat penting untuk kita fokus,” ujarnya saat ditemui Republika.co.id dalam kegiatan Rakernas ini.

    Menurut dia, kegiatan dakwah untuk membina generasi muda atau generasi milenial saat ini juga sudah mulai berkurang dibandingkan dulu. Karena itu, ke depannya Rabithah Alawiyah akan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam berdakwah, sehingga dapat membina generasi milenial.

    “Karena segmennya pada generasi muda, kita harus memanfaatkan apapun dalam sisi teknologi untuk menunjang dakwah. Di antaranya memanfaatkan media sosial, yang ini kita gunakan untuk menunjang dakwah,” ucapnya.

    Hal senada juga disampaikan Dewan Penasehat Rabithah Alawiyah, Fadel Muhammad. Menurut dia, dengan melihat realita saat ini, dakwah yang memang harus dikembangkan saat ini adalah dakwah melalui media sosial. Dakwah yang dikembangkan sekarang adalah dakwah melalu media sosial. “Itu yang terbaik,” katanya.

    Di samping itu, Rabithah Alawiyah juga akan tetap mengambil peran untuk mengembangkan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurut dia, kegiatan sosial ini sudah diwariskan secara turun temurun dalam organisasi Rabithah Alawiyah.

    “Selanjutnya adalah pendidikan. Hampir semua kelompok selalu akan memajukan pendidikan. Ketiga hal itu merupakan program pokok dari Rabithah saat ini,” ujarnya.

    Sumber: Republika

    Rakernas Rabithah Alawiyah 2017

    Posted by admin - 4 Desember 2017 - Berita, Rakernas
    0

      Alhamdulillah, Rapat Kerja Pengurus Rabithah Alawiyah (Rakernas) telah diadakan pada 24 – 26 November 2017 di Crowne Plaza Hotel Jakarta. Rakernas kali ini dihadiri 44 DPC dengan mengusung tema “Meningkatkan Peran dan Fungsi Pengurus Dalam Pemberdayaan Organisasi”.

      Selama tiga hari agenda yang diadakan antara lain Pembukaan hari pertama yang dihadiri Habib Fadhel Muhammad Alhaddar. Hari kedua acara dimulai dengan Spirit Alawiyin oleh ESQ. Pada kesempatan kali ini Rabithah Alawiyah bekerjasama dengan Tim ESQ untuk memberikan motivasi kepada peserta Rakernas sekaligus membangkitkan semangat berorganisasi.

      Acara dilanjutkan dengan Talk Show bersama empat tokoh Alawiyin, yaitu: Marsekal Madya TNI M. Syaugi Alaydrus, S. Sos., M.M., (Kepala Badan SAR Nasional), Kombes Pol. Dr. Umar Shahab (Kabid Dokkes Polda Metro Jaya), Laksamana Pertama M. Richad Baagil S.H. (Komandan LANTAMAL III) dan Prof. Dr. Ir. M. Anis Shahab M. Met (Rektor UI).

      Setelah rehat salat dan makan siang acara selanjutnya adalah Pelaksanaan Program Kerja DPP & Launching Aplikasi Rabithah Alawiyah. Dilanjutkan Sharing Session dari DPC Pekalongan, DPW Jatim, DPC Samarinda dan DPC Pidie & Pidie Raya.

      Hari terakhir acara diisi oleh Maktab Daimi, Evaluasi dan Rekomendasi Rakernas serta Penandatanganan Komitmen Bersama.

      DPP Rabithah Alawiyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung suksesnya Rakernas serta kepada para tamu undangan yang berkenan hadir pada Rakernas Rabithah Alawiyah 2017. Semoga Rabithah Alawiyah menjadi wadah organisasi yang lebih bermanfaat untuk umat dan negara.

      Rabithah Alawiyah akan Turut Mengentaskan Kemiskinan

      Posted by admin - 28 November 2017 - Berita, Rakernas
      2

       

      REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Rabithah Alawiyah menggelar Rapat Kerja Nasioonal (Rakernas) selama tiga hari di Jakarta sejak Jumat (24/11) kemarin. Salah satu hasil dari Rakernas ini, Rabithah Alawiyah akan turut mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

      Rakernas ini ditutup Ketua Dewab Syuro Rabithah Alawiyah, Habib Muhsin Alhamid pada Ahad (26/11). Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Smith mengatakan, dari hasil Rakernas ini setidaknya menghasilkan lima rekomendasi yang lebih banyak ditujukan pada internal organisasi, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, maupun ekonomi.

      “Rekomendasinya ada lima poin. Cuma intinya lebih banyak pada peningkatan organisasi internal,” ujarnya kepada Republika.co.id, Ahad (26/11).

      Ia menjelaskan, dalam rekomendasi tersebut pertama menyangkut tentang penguatan dakwah. Menurut dia, penguatan dakwah ini harus dilakukan oleh pengurus yang ada di berbagai wilayah Indonesia. “Jadi intinya minta di setiap cabang lebih berperan aktif dalam daerah masing-masing. Karena setiap pengurus di cabang itu sering dijadikan rujukan di lingkungannya,” ucapnya.

      Kedua, lanjut dia, ke depannya juga akan dilakukan peningkatan teknologi digital, sehingga komunikasi antara pergurus daerah pengurus pusat bisa lebih cepat dan efesien. Karena, menurut dia, di zaman sekarang ini kecepatan dalam komunikasi sangat penting untuk merespon permasalahan dan kebutuhan masyarakat.

      Rekomendasi ketiga, menurut dia, Rabithah Alawiyah juga akan fokus mengurus dan memperkuat bidang pendidikan. Salah satunya yaitu dengan cara mengubah mindset pengurus, sehingga para pengurus bisa lebih berperan dalam berbagai bidang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

      Keempat, Rabithah Alawiyah juga akan turut berperan dalam mengentaskan kemiskinan di masyarakat. Menurut dia, dalam bidang ekonomi ini Rabithah Alawiyah akan ikut membantu meningkatkan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

      Ia menjelaskan, saat ini Rabithah Alawiyah telah membantu dengan memberikan modal pada pengusaha kecil UMKM. Bahkan, Rabithah juga membantu dalam memasarkan produk-produk mereka dengan memanfaatkan teknologi digital.

      “Terakhir akan ada program-program bersama seperti pengobatan-pengobatan pada kaum dhuafa, akan bekerjasama dengan BPJS. Di mana premi-premi BPJS- nya itu ditaggung Rabithah dan ini menjadi program nasional juga. Jadi bersama-bersama pemerintah juga,” katanya.
      Dengan Rakernas ini, Habib Zein berharap bisa membuat pengurus Rabithah menjadi solid lagi, sehingga dapat membangun gerakan bersama dalam membangun masyarakat, khususnya umat Islam.

      Sumber: Republika

      Rekening Zakat BNI Syariah

      Posted by admin - 3 November 2017 - Berita
      0

      PBNU dan Rabithah Alawiyah Gelar Halaqah Penguatan Ekonomi

      Posted by admin - 18 Oktober 2017 - Berita
      0

      REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Rabithah Alawiyah menggelar halaqah bertajuk ‘Kabar Gembira ditengah Kesulitan’ dengan pembicara ulama asal Yaman, Alhabib Umar bin Salim bin Hafidz. Dalam kesempatan itu Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini menyampaikan pentingnya pertemuan ulama untuk memecahkan masalah umat.

      “Perlunya pertemuan ulama seperti ini, semoga ke depan bisa direncanakan lebih besar dan fokus kepada pemecahan masalah umat. Misal membicarakan apa kekuatan dan kelemahan kita,” ujar Helmy dalam sambutannya di Crowne Hotel, Jakarta, Selasa (17/10).

      Menurut Helmy, pembahasan ekonomi umat sangat penting karena data dari Bank Indonesia dari seluruh uang yang beredar di Indonesia 80 persen hanya dimiliki oleh 35 orang saja. Lebih tercengang lagi, berdasarkani data global wealth, 90 persen aset negara hanya dikuasai satu persen saja. “Secara logika sebagai mayoritas seharusnya ikut menentukan arah kebijakan negara, nyatanya masih belum,” ucap Helmy.

      Sementara, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Umar bin Smith mengatakan, bahwa penguatan ekonomi umat sebagai salah satu benteng iman dari segala godaan. “Kristenisasi bukan hanya salah para petugas, kita juga ikut andil karena tidak aktif membentengi dengan membuat penguatan ekonomi, sebagai salah satu sebabnya,” ucap Habib Zen.

      Hal senada juga disampaikan oleh Habib Umar bin Hafidz dalam ceramahnya bahwa pembangunan ekonomi tergantung pada niatnya. Jika diniatkan mencari ekonomi untuk berjuang di jalan Allah SWT, kata dia, maka itu jalan yang dibenarkan.

      Menurut dia, hal itu seperti dalam sebuah riwayat bahwa ada anak muda pergi ke pasar, kemudian ada sahabat yang mengatakan, seandainya kekuatan digunakan untuk pergi jihad ke medan perang, maka akan lebih bermanfaat. “Namun Baginda Rasullullah menuturkan jangan mudah menilai, jika niatnya untuk menafkahi bapak dan ibunya maka fisabilillah. Jika niatnya untuk memenuhi kebutuhannya sehingga ia tidak perlu mengemis, maka fisabilillah. Tapi jika niatnya untuk menumpuk harta, pamer maka ia di jalan setan,” tutur Habib Umar.

      Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

      Sumber: Republika

      Peresmian Rumah Peduli Condet oleh Habib Umar bin Hafiz

      Posted by admin - 17 Oktober 2017 - Berita, Foto
      1

        Habib Umar bin Hafiz meresmikan Rumah Peduli Condet pada hari Senin 16 Oktober 2017 di Jalan Gardu, Jakarta Timur. Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen Umar Smith dan pengurus DPP Rabithah Alawiyah beserta undangan.

        Rabithah Alawiyah Menyalurkan Bantuan untuk Muslim Rohingya via MER-C

        Posted by admin - 28 September 2017 - Berita
        1

        Pada hari Sabtu, 23 September 2017 bertempat di Gedung Rabithah Alawiyah Simatupang, Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Habib Zen Umar Smith, menerima kunjungan tim organisasi sosial kemanusiaan MER-C. Pada pertemuan ini Rabithah Alawiyah menyalurkan bantuan yang terkumpul sebesar Rp165.067.977 untuk saudara kita Muslim Rohingya.

        Kami, DPP Rabithah Alawiyah, mengucapkan terima kasih banyak kepada para jamaah atas donasi yang telah diberikan. Jazakumullah khairan katsira, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan antum.

          Rauhah Bulanan Rabithah Alawiyah

          Posted by admin - 27 September 2017 - Berita, Foto
          0

            Rauhah Rabithah Alawiyah pada hari Ahad 24 September 2017 dihadiri oleh Ketua Umum, Habib Zen Umar Smith, Ustaz Hasan Alkaff, Ustaz Ali Hasan Albahar, Habib Abdurrahman Basurroh, Habib Muhsin Alhamid dan Pemuda Rabithah Alawiyah.

            Insya Allah mulai Agustus 2017 akan rutin tiap hari Ahad minggu keempat akhir bulan/minggu terakhir. Salat Asar berjamaah di Gedung Rabithah Alawiyah lantai 4 Jl. TB Simatupang No. 7A Jakarta Selatan.

            Page 1 of 812345...Last »
            AWSOM Powered