Category: Kesehatan

Karang Gigi…. Benarkah Menjadikan Gigi Lebih Kuat?

Posted by admin - 27 November 2012 - Kesehatan
1
Karang Gigi

 

Anggapan Banyak Orang Tentang Karang Gigi

Masih banyak orang yang memahami bahwa karang gigi – benda keras berwarna kuning kecokelatan hingga kehitaman (warna kehitaman biasanya akibat bercampur dengan rokok, teh, dan zat lain yang dapat meninggalkan warna pada gigi) yang menempel di belakang gigi geligi – merupakan benda yang memperkuat gigi karena fungsinya yang dianggap mirip dengan semen (sebagai perekat yang memperkokoh gigi). Sehingga banyak orang yang tidak mau membersihkan karang gigi dikarenakan takut apabila karang giginya dibersihkan, giginya menjadi tidak kuat lagi. ”nggak aahhh, saudara saya sering dibersihkan giginya, eeeh malah giginya jadi pada ompong sampe-sampe harus pake gigi palsu”, ”Kalo dibersihin karangnya, gigi jadi menipis ya dok?” dan masih banyak lagi anggapan-anggapan pasien perihal pembersihan karang gigi.

Apa Sih Sebenarnya Karang Gigi Itu?

Sebenarnya, karang gigi (Calculus) bermula dari kumpulan makanan yang menempel di permukaan gigi yang tidak terangkat/dibersihkan pada waktu menyikat gigi. Kumpulan sisa makanan ini disebut dengan istilah pelikel. Kemudian pelikel ini akan ditempeli kuman yang ada di dalam mulut, benda inilah yang disebut dengan istilah plak. Karena bercampur dengan air liur yang banyak mengandung kapur (mineral), plak ini jika lama kelamaan tidak dibersihkan akan mengalami pengkapuran/mineralisasi (pembentukan mineral seperti “batukarang” ) sehingga terbentuklah karang gigi. Karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar dan menjadi tempat menempelnya plak kembali sehingga lama-kelamaan karang gigi akan semakin mengendap, tebal dan menjadi sarang kuman. Kuman tersebut mengeluarkan racun/toksin yang dapat menimbulkan infeksi pada jaringan penyangga gigi (tempat tertanamnya gigi) yang disebut dengan jaringan periodontal. Jaringan ini terdiri dari gusi, sementum, jaringan tulang penyangga gigi (alveolar). Jaringan penyangga gigi inilah yang mengikat gigi, pembuluh darah dan persarafan menjadi satu kesatuan

Berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) dan di subgingiva (permukaan gigi di bawah gusi).  Karang gigi terutama timbul pada daerah-daerah gigi yang sulit dibersihkan (gigi bagian belakang, celah diantara dua gigi yang tidak rata, dll) dan di belakang gigi-gigi seri bawah karena di daerah tersebut terdapat muara kelenjar air liur dimana air liur kaya akan kandungan mineral sehingga memudahkan terjadinya mineralisasi sisa-sisa makanan di daerah itu yang pada akhirnya menjadi tumpukan karang gigi.

Apa Akibat Yang Dapat Ditimbulkan Karang Gigi?

Kuman yang terdapat pada karang gigi dapat menimbulkan infeksi di jaringan penyangga gigi (gusi dan tulang di bawahnya). Penderita biasanya mengeluh gusinya terasa gatal, mulut berbau tak sedap, sikat gigi sering berdarah, bahkan adakalanya gigi dapat lepas sendiri dari jaringan penyangga gigi. “Infeksi yang mencapai lapisan dalam gigi (tulang alveolar) akan menyebabkan tulang penyangga gigi menipis sehingga pada perbandingan panjang gigi yang tertanam pada tulang dan tidak tertanam 1:3, gigi akan goyang dan mudah tanggal” ujar drg. Irene Sukardi Sp.Perio dari Departemen Periodontologi FKG UI. Selain manifestasi di rongga mulut,  penyakit periodontal yang berlanjut dapat menimbulkan penyakit sistemik seperti penyakit ginjal, penyakit jantung dan pembuluh darah, infeksi sinus, bahkan pada ibu hamil bisa menyebabkan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.

Oleh karena itu, masalah karang gigi tidak dapat disepelekan. Bila plak sudah mengendap menjadi karang gigi maka penyikatan sekeras apapun dengan sikat gigi biasa tidak akan menghilangkannya. Dan satu-satunya cara untuk mengatasi karang gigi adalah dengan pergi ke dokter gigi untuk dibersihkan agar terhindar dari penyakit yang lebih berat dan tentunya butuh biaya yang lebih besar.

Membersihkan Karang Gigi

Karang gigi harus dibersihkan dengan alat yang disebut scaler. Ada yang manual ataupun dengan ultrasonic scaler. Setelah dibersihkan dengan scaler, karang gigi akan hilang dan gigi menjadi bersih kembali. Namun, karang gigi dapat timbul kembali apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik.

Tindakan pencegahan penting dilakukan sebelum karang gigi timbul yaitu dengan menyikat gigi secara teratur dan sempurna, penggunaan dental floss/benang gigi untuk membersihkan permukaan antar dua gigi yang sering menjadi tempat terselipnya makanan dan menjadi tempat penimbunan plak serta penggunaan obat kumur yang mengandung clorhexidine untuk mencegah timbulnya plak, obat ini dapat digunakan setelah penyikatan gigi.

Dengan bersihnya permukaan gigi dari sisa makanan, maka gigi akan terhindar dari penumpukan karang gigi dan juga terhindar dari berbagai macam penyakit yang ditimbulkannya.

 

Oleh: drg. Hodijah Alatas (Dokter Gigi Klinik Rabi’iyyah Health Care)

AWSOM Powered