Yang Berhak/Tidak Berhak Menerima Zakat

Posted by admin - 14 Agustus 2012 - ZIS - 7 Comments

Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat, baik zakat fitrah atau zakat mal, dan dibagikan kepada mereka sesuai dengan tartib (kebutuhan) yang tertera dalam al-qur’an. Karena Allah telah membuat sepasi antara golongan dan golongan dengan waw al-’athaf

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Firman Allah “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (at-taubah: 60)

1.     Al-fuqara’

Orang faqir (orang melarat) Yaitu orang yang amat sengsara hidupnya, tidak memiliki harta dan tidak mempunyai tenaga untuk menutupi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Seumpama orang fakir adalah seumpama orang yang membutuhkan 10.000 rupiah tapi ia hanya berpenghasilan 3.000 rupiah. Maka wajib diberikan zakat kepadanya untuk menutupi kebutuhannya.

 2.     Al-Masakin

Orang miskin berlainan dengan orang faqir, ia tidak melarat, ia mempunyai penghasilan dan pekerjaan tetap tapi dalam keadaan kekurangan, tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Seumpama  orang miskin adalah seumpama orang yang membutuhkan 10.000 rupiah, tapi ia hanya berpenghasilan 7.000 rupiah. Orang ini wajib diberi zakat sekedar menutupi kekurangan dari kebutuhannya.

 3.     Al’amilin

yaitu amil zakat (panitia zakat), orang yang dipilih oleh imam untuk mengumpulkan dan membagikan zakat kepada golongan yang berhak menerimanya. Amil zakat harus memiliki syarat tertentu yaitu muslim, akil dan baligh, merdeka, adil (bijaksana), medengar, melihat, laki-laki dan mengerti tentang hukum agama. Pekerjaan ini merupakan tugas baginya dan harus diberi imbalan yang sesuai dengan pekerjaaanya yaitu diberikan kepadanya zakat

 4.     Almuallafah

yaitu yaitu orang yang baru masuk islam dan belum mantap imannya, terbagi atas tiga bagian:

  • orang yang masuk islam dan hatinya masih bimbang. Maka ia harus didekati dengan cara diberikan kepadanya bantuan berupa zakat
  • orang yang masuk islam dan ia mempunyai kedudukan terhormat. Maka diberikan kepadanya zakat untuk menarik yang lainya agar masuk islam
  • orang yang masuk islam jika diberikan zakat ia akan memerangi orang kafir atau mengambil zakat dari orang yang menolak mengeluarkan zakat.

 5.     Dzur- Riqab

yaitu hamba sahaya (budak) yang ingin memerdekan dirinya dari majikannya dengan tebusan uang. Dalam hal ini mancakup juga membebaskan seorang muslim yang ditawan oleh orang orang kafir, atau membebaskan dan menebus seorang muslim dari penjara karena tidak mampu membayar diah

 6.     Algharim

yaitu orang yang berhutang karena untuk kepentingan peribadi yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Orang ini sepantasnya dibantu dengan diberikan zakat kepadanya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam atau berhutang untuk kemaslahatan umum seperti membangun masjid atau yayasan islam maka dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

Sesuai dengan sabda Nabi saw: ” Zakat itu tidak halal diberikan kepada orang kaya kecuali orang yang berperang di jalan Allah, atau Panitia zakat atau orang yang berhutang” (HR Abu Dawud, hadist hasan shahih)

 7.     Fi sabilillah (Almujahidin) 

yaitu Orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah) tanpa gajih dan imbalan demi membela dan mempertahankan Islam dan kaum muslimin.

 8.     Ibnu Sabil

yaitu musafir yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan bertujuan maksiat di negeri rantauan, lalu mengalami kesulitan dan kesengsaraan dalam perjalanannya

Yang Haram Menerima Zakat

Ada beberpa golonga yang tidak berhak (haram) menerima zakat dan tidak shah zakat jika diserahkan kepada mereka, antara lain sebagai berikut:

  • Orang kafir atau musyrik
  • Orang tua dan anak termasuk ayah, ibu, kakek, nenek, anak kandung dan cucu laki-laki dan perempuan
  • Istri, karena nafkahnya wajib bagi suami
  • Orang kaya dan orang yang mampu untuk bekerja
  • Keluarga Rasulullah saw yaitu Bani Hasyim dan Bani Muthalib. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan dari Abdul Muttalib bin Rabiah bin Harks, sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya shadaqah (zakat) itu adalah kotoran manusia, sesungguhnya ia tidak halal (haram) bagi Muhammad dan bagi sanak keluarganya. (HR Muslim)

 

Hikmah & Atsar  

Ada tiga harta yang tidak dimakan oleh Rasulallah saw:

  1. Zakat, karena ia adalah kotoran manusia yang berarti suatu harta wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim pada waktu tertentu dan dalam jumlah tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat (hukum Islam)
  2. Sedekah ialah santunan atau suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu
  3. Nazar adalah janji seseorang kepada Allah untuk melakukan sesuatu, jika apa yang diharapkannya dipenuhi oleh-Nya, seperti bernazar jika berhasil akan bersedekah, memberikan sebagian hartanya untuk fakir miskin dll.

Fiqih Nabi

Disadur dari kitab Ad-Durusul Fiqhiyyah

Karya: Habib Abdurahman bin Saggaf Assagaf

http://hasansaggaf.wordpress.com

Wallahu’alam// Hasan Husen Assagaf

7 comments

  • rosa mengatakan:

    Kl orang yg bekerja membantu dirumah,apakah berhak dberi zakat?

    • kirana mengatakan:

      kalo pembantu rumah tangga yang tinggal dengan kita dan menjadi tanggungan kita tidak boleh diberikan zakat, tapi diberikan nafkah

  • jebe mengatakan:

    anak yatim apakah termasuk boleh menerima zakat?

  • nur mengatakan:

    bolehkah zakat diberikan kepada tetangga yang baru saja kehilangan suami sehingga untuk menutup kebutuhan pemakaman dan sehari_hari harus berhutang?

  • uniko mengatakan:

    Assalam. Mualaikum….

    Saa ingin bertanya.
    Slama sy menikah. Suami sy slalu mengeluarkan zakat mal nya. Kepada adik KK. Nya.
    Ibu Ayah. Kandung nya.
    Yg mana adik KK nya mempunyai rumah mbil.
    Dan suami sy juga memberi Ibu Dan Ayah kandung Dan nenek sy zakat mal.
    Apa zakat mal itu berhak menerima. Seperti org2 yg sy blg d atas???

    Sy pernah komentar pd suami sy. Tp dia blg. Dia lebih tau masalah ini.
    Jd sy. D suruh diam. :’(
    Mohon beri balasan nya…… :’(

  • YANSYAH mengatakan:

    ASSALAMMUALAIKUM W.W Saya mau tanya, saya punya saudara dulunya berada sekarang tidak lagi dia tidak punya kerjaan dan sakit sakitan rumahnya masih bagus, yang memberi nafkah sekarang istrinya pertanyaannya apakah boleh diberi zakat mal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

AWSOM Powered