Sabtu malam minggu (24/8) acara Halal Bihalal dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) k- 68 Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diselenggarakan bersama Rabithah Alawiyah Pekalongan dan N.U. telah  terlaksana. Berlangsung di Jalan Kenanga Kota Pekalongan acara tersebut dihadiri ribuan umat islam dari Pekalongan dan sekitarnya.

Hb. M. Lutfi bin Yahya selaku penggagas ide turut hadir dalam pemberian tausiah sesi akhir dari acara, turut hadir dalam acara tersebut. Hb. Abdullah Bagir b. Akhmad Alatas dan Hb. Muhammad Alatas, para sesepuh N.U. dan  pengurus N.U. serta tokoh habaib dan para kyai.

Acara di buka dengan  gending  Jawa oleh kelompok karawitan pimpinan Hb. Muhammad D. Shahab disusul dengan tarian sufi yang di bawakan oleh 3 Darwis,  serta kasidah maulid Simtud Duror yang di bawakan oleh Group Maulid Simthuddurror (GMD).

Setelah pembukaan acara, di lanjutkan dengan iring-iringan para tamu undangan yang di barengi dengan gamelan acara di susul dengan menyanyikan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” kemudian pembacaan teks Pancasila yang dipimpin oleh Hb.Shafiq Shahab,  diteruskan dengan sambutan oleh Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq, BA.dan Ketua Rabithah Alawiyah Kota Pekalongan.

sementara dalam pidatonya  Hb. Ahmad b. Abdulmuthalib Alatas, SE. selaku ketua umum Rabithah Alawiyah Pekalongan menyampaikan tiga hal yang harus dilaksanakan untuk menjadi hamba yang bertaqwa :

1. Menjaga hubungan silaturahmi antar sesama, saling memaafkan dan  menghormati satu dengan yang lain
2. Bersyukur kepada Allah S.W.T. serta berterima kasih kepada para pahlawan dan Syuhada yang telah   berkorban dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
3. Menjaga, memelihara dan memajukan negara Indonesia  beserta isinya  yang telah diperoleh dengan sebuah pengorbanan dan karunia Allah SWT.

Sebagai ormas keagamaan yang cukup besar, Menurut H. Ahmad Rofiq, BA. potensi NU dan Rabithah Alawiyah dapat disinergikan dalam kegiatan kegiatan yang positif baik dalam hal keagamaan maupun sosial, hal yang sama juga bisa dalam bidang ekonomi, budaya dan jika perlu dalam bidang dakwah.
Sambutan Ketua Umum Pimpinan Pusat Al Irsyad, KH Abdullah Djaidi , tentang keprihatinan akan semakin dalamnya perpecahan di tubuh umat islam karena masing-masing  berkecenderungan lebih melihat perbedaan di bandingkan persamaan.

Pada sesi berikutnya tausiah oleh Hb. Ismail Al Fajri, berlanjut , KH Akrom Sofwan, Habib Umar Muthohar .  dan ditutup  tausiyah Hb. M. Luthfy bin Yahya yang sempat berpesan akan pentingnya kepercayaan diri bangsa Indonesia akan potensi sendiri baik, hasil bumi, karya, maupun yang lain sehingga semakin membangkitkan kecintaan tanah air.

Ketua panitia pelaksana, H. Muhtarom mengatakan, kegiatan acara gabungan antara warga NU dan warga Rabithah Alawiyah secara formal memang baru kali ini dilaksanakan. Akan tetapi secara informal sesungguhnya telah berlangsung sejak lama melalui kepanitiaan bersama pada peringatan Maulidurrasul di Kanzus Sholawat
Dikatakan, kesuksesan pelaksanaan kegiatan perdana ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, baik Pengurus Cabang NU maupun Rabithah Alawiyah Kota Pekalongan, utamanya dari Habib Muhammad Luthfy yang secara terus menerus memberikan dorongan dan support agar kegiatan bersama dapat terus dilaksanakan rutin setiap tahun, ujar H Muhtarom yang juga sekretaris PCNU Kota Pekalongan (NU Online).

Kegiatan yang bernilai  ini InsyaAllah dapat menjadi tonggak untuk  persatuan dan kesatuan dan menjadi wadah  silaturrahmi umat islam, serta tekad bulat pertahanan NKRI.