Oleh: Prof. Dr. Achmad Satori Ismail *)

Kondisi Obyektif Umat Islam:

Ada tiga hal besar yang menghambat perjuangan umat Islam dalam rangka melepaskan diri dari keterbelakangan dan mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia. Tiga hal ini  bisa kita  bedakan dengan istilah: Penyakit, kelemahan dan tantangan.

  1. Penyakit Umat Islam: Yaitu segala penghambat perjuangan umat Islam yang menyerang seluruh lapisan umat. Setiap individu dari umat Islam sebagai komunitas tidak bisa melepaskan diri dari penyakit itu. Contoh; system pendidikan sekuler, system ekonomi sekuler, ikhtilat (campur-aduk antara laki-laki dan perempuan) di tempat-tempat umum seperti; pasar, kendaraan umum, kantor, sekolahan dsb. Setiap  muslim  tidak bisa lepas dari system pendidikan sekuler secara  total. Ia akan terpengaruh dengan kurikulumnya, system pendidikannya, Ujian Akhir Nasional dst. Demikian juga dengan system ekonomi konvensional yang diterapkan di negeri ini membelenggu semua rakyat yang berada di dalamnya.
  2. Kelemahan Umat Islam: Segala penghambat perjuangan umat Islam yang menyerang sebagian individu muslim. Sebagian umat  memang tidak terserang, namun mayoritas masih terserang kelemahan ini, contohnya kelemahan di bidang ekonomi, di bidang pendidikan, organisasi dsb. Di bidang ekonomi, Sebagian orang Islam ada yang menjadi konglomerat dan ada yang kaya tapi kebanyakan adalah berekonomi lemah.  Sedangkan di bidang  pendidikan sebagian ada yang bisa mencapai gelar doktor namun sebagian besar  masih memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Dsb.
  3. Tantangan  adalah semua penghambat yang datang dari luar umat Islam atau dari musuh-musuhnya yang senantiasa berusaha memadamkan cahaya agama Allah. Ada dua macam tantangan yang dihadapi umat Islam sekarang ini; Pertama, al ghazwu al dakhily (Serangan dari dalam) seperti Al ghozwul fikri ( Serang pemikiran ) dan alghazwu ats tsaqafi (Serangan cultural) , dan Kedua, Al ghazwu al khariji ( serangan dari luar ) seperti  alghazwu al musallah ( Serangan bersenjata),  Pemalsuan citra Islam dsb.

 

Dampak Tantangan Eksternal.

Dampak dari tantangan dari luar yang dihadapi Umat Islam sangat besar a.l.: pendangkalan pemahaman agama, menjauhkan umat Islam dari agamanya dan bisa membawa kepada pemurtadan. Bila dirinci urutan-urutan yang ingin dicapai oleh musuh-musuh Islam dengan serangan ini adalah sbb.

  1. Al ghazwu al daakhily( Serangan dari dalam)  dengan menggunakan lima tahapan sbb.:
    1.  al ghazwu al fikri (Serangan pemikiran) dan al ghazwu al tsaqafi (Serangan cultural). Kedua serangan ini akan mengakibatkan lemahnya loyalitas umat terhadap agamanya, berkurangnya pemahaman umat Islam tentang keIslamannya dan berujung pada pemurtadan.
    2.  al imbihar bil gharb (Tercengang dan terbelalak dengan segala apa yang datang dari Barat). Ketika umat Islam telah dipengaruhi oleh invasi pemikiran dan invasi kultural, maka umat akan mengabaikan semua yang ada pada Islam dan menjadi sangat tertarik dengan semua apa yang dibawa oleh Barat.
    3.  al haziimah alfikriyyah (Kehancuran pemikiran). Umat Islam yang tidak lagi memperhatikan loyalitas terhadap keIslamannya, akan merasa rendah di hadapan budaya Barat.
    4. Pada gilirannya kehancuran system berfikir umat Islam ini akan mengakibatkan  al hazimah al hadloriyyah (Kehancuran budaya)  Maksudnya budaya pada umat Islam bukan lagi budaya asli yang telah dimilikinya beberapa abad yang lalu tapi telah bercorak lain yaitu budaya kebarat-baratan.
    5.  Adznaab al gharb (Pengekor Barat) Ketika umat Islam tidak lagi membanggakan budaya aslinya maka ia akan menjadi pengekor Barat dalam semua aspek kehidupan.

 

Kondisi pahit ini pernah diramalkan Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ( خ ) مسند الصحابة في الكتب التسعة – (ج 21 / ص 9)

Artinya: Diriwayatkan dari abi Said r.a. bahwa Rasulullah saw berkata: Kamu sekalian kelak akan mengikuti perbuatan-perbuatan orang-orang sebelum kamu; sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga kalau mereka memasuki lubang biawak niscaya kamu akan mengikutinya. Kami bertanya: Wahai rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani ? Beliau menjawab; Siapa lagi kalau bukan mereka.( H.R. Bukhari dan Muslim)

  1. Al ghazwu al khariji( Serangan dari luar )  dengan menggunakan empat tahapan;
    1.  Tasywih shuratil Islam ( Memalsukan gambaran atau citra Islam). Tahapan ini telah dilakukan Barat dengan memberikan gambaran bahwa Islam adalah agama kemiskinan, agama kotor, agama terbelakang, agama kekerasan dan gambaran mutakhir yang dituduhkan  adalah Islam sebagai agama teroris.
    2. Langkah ini diteruskan dengan upaya untuk ightiyal al huwiyyah al Islamiyyah ( Menghapus semua identitas keIslaman) contoh tahapan ini adalah pelarangan pemakaian jilbab bagi muslimah di beberapa negara Barat,  mempersulit pemberian izin tinggal dari negara tertentu untuk para aktifis,  kesulitan para aktifis Islam untuk menjadi menejer di perusahaan-perusahaan asing di Indonesia kecuali mampu mengikuti tradisi dan kebiasan mereka. Dst.
    3.  Kemudian langkah ini dilanjutkan dengan takris al ‘ada ‘alal Islam ( Menanamkan kebencian terhadap Islam) sehingga memunculkan sikap  Islamophobia ( serba anti Islam) dikalangan non muslim dan mungkin di kalangan umat Islam sendiri sudah tertanam rasa kurang sreg terhadap diterpkannya syariat Islam.
    4. Pada langkah berikutnya adalah   Menjadikan Islam sebagai sasaran tembak  yang akhirnya semua manusia di bumi ini  Memusuhi Umat Islam dan  berusaha Menghancurkan semua hal yang Islami. Kondisi seperti ini sudah mendekati kenyataan, di mana ketika Irak dan Afganistan diluluh-lantakkan oleh Amerika dan pendukungnya tidak ada yang berani membela terang-terangan dengan mengirimkan senjata demi membela kemerdekaan suatu negara.

 

*) Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI)

*) Makalah disampaikan pada Seminar Pendidikan dan Dakwah Islam di Rabithah Alawiyah bertajuk “Revitalisasi Pendidikan dan Dakwah Islam Berorientasi Pemberdayaan Sosial-Ekonomi pada hari Sabtu, 14 Desember 2013.