REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Rabithah Alawiyah menggelar Rapat Kerja Nasioonal (Rakernas) selama tiga hari di Jakarta sejak Jumat (24/11) kemarin. Ketua Umum RA, Habib Zen bin Umar Smith mengatakan, rakernas ini merupakan suatu amanat mempertajam program-program yang disepakati dalam Muktamar Rabithah Alawiyah.

Habib Zen mengatakan, bahwa pada zaman ini moral generasi muda sudah menurun drastis, sehingga Rabithah Alawiyah menjadikan program dakwah sebagai ujung tombak untuk membangun bangsa ini ke depan. “Dakwah saat ini menjadi ujung tombak kegiatan, karena masalah akhlak, masalah moral saat ini menjadi bagian yang sangat penting untuk kita fokus,” ujarnya saat ditemui Republika.co.id dalam kegiatan Rakernas ini.

Menurut dia, kegiatan dakwah untuk membina generasi muda atau generasi milenial saat ini juga sudah mulai berkurang dibandingkan dulu. Karena itu, ke depannya Rabithah Alawiyah akan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam berdakwah, sehingga dapat membina generasi milenial.

“Karena segmennya pada generasi muda, kita harus memanfaatkan apapun dalam sisi teknologi untuk menunjang dakwah. Di antaranya memanfaatkan media sosial, yang ini kita gunakan untuk menunjang dakwah,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Dewan Penasehat Rabithah Alawiyah, Fadel Muhammad. Menurut dia, dengan melihat realita saat ini, dakwah yang memang harus dikembangkan saat ini adalah dakwah melalui media sosial. Dakwah yang dikembangkan sekarang adalah dakwah melalu media sosial. “Itu yang terbaik,” katanya.

Di samping itu, Rabithah Alawiyah juga akan tetap mengambil peran untuk mengembangkan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurut dia, kegiatan sosial ini sudah diwariskan secara turun temurun dalam organisasi Rabithah Alawiyah.

“Selanjutnya adalah pendidikan. Hampir semua kelompok selalu akan memajukan pendidikan. Ketiga hal itu merupakan program pokok dari Rabithah saat ini,” ujarnya.

Sumber: Republika