Assalamualaikum Wr Wb,

Dalam tulisan ini saya berusaha untuk sedikit menukil apa yang saya tau tentang perjalanan para salaf kita dengan mengambil bahan-bahan dari kitab-kitab mereka,

tentang pengertian apa itu perjalan & torigoh mereka dalam kehidupan sehari-hari,

Alhabib Abdullah Bin Alwi Al-haddad, dalam kitab sabilul idikar, mengatakan bahwa manusia melewati beberapa periode,

Pertama sejak nabi adam di ciptakan, yang kedua sejak dia di kandungan ibunya sampai dia keluar dari dunia ini dengan kematian, periode yang ke 3 sejak dia wafat sampai dia keluar dari kuburan, periode yang  ke empat sejak dia keluar dari kuburan, pertanyaannya apakah dia tergolong orang yang masuk sorga atau orang yang masuk neraka? 

Oleh sebab itu ambillah dari hikmat ucapan-ucapan Sayidina Ali Bin Abi Thalib 

1- hamba tidak mengharap kecuali Allah swt dan tidak takut kecuali dosanya. 

2- orang yang  bodoh jangan malu utk bertanya

3- orang pandai jangan malu kalau di tanya sesuatu yang dia tidak tahu untuk mengatakan saya tidak tahu. 

4- ketahuilah kesabaran itu dari pada iman sebagaiman kepala dengan tubuh

5- tidak ada iman untuk orang yang tidak sabar,

Perlu di ketehui makna takwa sebagaiman yang di tanyakan kepada sayidina ali bin abi talib akan arti takwa, beliau menjawab : takwa adalah rasa takut kepada yang maha kuasa,

mengamalkan apa yang di anjurkan, merasa cukup dengan sesuatu yang sedikit, dan mempersiapkan diri utk hati kemudian.

Holifah omar bin Abdulaziz berkata:

Ketaqwaan bukanlah dengan berpuasa di siang hari serta bangun di malam hari, lalu melakukan dosa di antara keduanya,

tetapi takwa adalah meninggalkan apa yang di haramkan oleh Allah swt dan mengerjakan apa yang di wajibkan Allah swt, 

sebagaimana ulama mengatakan haqikat taqwa adalah agar Allah tidak melihatmu melakukan sesuatu yang dilarang bagimu, dan tidak kehilangan dirimu dari sesuatu yang di perintahkan.

Di antara keutamaan dari hasil taqwa Allah berfirman dlm surat hujarat: orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah swt adalah orang yang paling taqwa, di ayat yang lain sesungguhnya barang siapa yang bertaqwa dan sabar maka Allah tidak menyia2kan pahala orang2 yang berbuat baik, (surat yusuf)

di ayat yang lain Allah berfirman dlm surat Albaqarah: dan bertaqwalah kepada Allah niscaya Allah akan mengajarmu. 

Dalam nasehat Alhabib Abubakar Al Adani dalam kitabnya figih utk wanita islam,

baliau mengatakan dakwah adalah asas utk memperbaiki masyarakat, serta wanita adalah unsur pertama dlm kehidupan ini, dan kapan wanita tersebut memahami perannya dlm keluarga maka masyarakat pun akan sempurna, sebagaimana di sebut dalam syair bahwa ibu adalah madrasah, kapan dia lurus maka generasi juga akan lurus, dan persyaratan seorang dari pertama adalah ihlas, kedua hati yang jernih, dan siapa yang ingin menjernihkan hati pertama jngan fudul rasulullah saw bersabda tidak akan lurus iman seseorang sebelum hatinya lurus, dan hati tidak akan lurus sebelum lidahnya lurus, dan jangan kalian fudul ingin melihat sesuatu karena itu adalah panah iblis, dan barang siapa yang menundukkan pandangannya Allah akan memberinya kelezatan di dalam hatinya. 

Oleh sebab itu selalulah duduk bersama orang-orang yang saleh dan jauhilah orang-orang yang tidak membawa keuntungan.

Serta banyaklah amalan2 yang baik, seperti berfikir, bersolawat, istighfar, doa dan jangan lupa mengontrol diri sebagaimana yang di jelaskan dlm hadist yang artinya orang yang pandai yang memikirkan apa yang harus du tanyakan untuk menghadapi mati, sedangkan orang yang gagal yang selalu memikirkan dan mengikuti hawa nafsunya,

Setelah itu kita harus mempunyai kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, di samping itu kita harus bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan    لإن شكرتم لأزيدنكم 

kemudian kita di anjurkan bertawakal di samping mencintai Allah swt yang memberi kita segala kenikmatan di tambah rasa rela dengan qodratnya, karena dalam suatu hadist (sebenarnya Allah swt Cinta kepada klompok yang di ujinya, dan barang siapa yang di uji berarti Allah rela akan dia.

Oleh : Habib Abdurrahman Basuroh