Abu Darda’ r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam berkata:

“Pada Hari Kiamat kelak Allah pasti akan membangkitkan sejum­lah orang yang wajah mereka bersinar-sinar dan berdiri di atas mimbar mutiara. Banyak orang lain yang ingin menjadi seperti mereka.

Mereka itu bukan para Nabi dan bukan para pahlawan syahid.” Seorang Arab pegunungan yang bongkok menukas, “Ya Rasulullah jelaskanlah mereka itu kepada kita agar kita dapat mengenal mereka!”

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam lalu berkata menjelaskan, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencinta demi karena Allah, berasal dari berbagai kabilah dan pelbagai negeri, bersepakat untuk berzikir (menyebut nama) Allah, lalu mereka berzi­kir.”

Para ahli zikir senantiasa dikelilingi malaikat yang menyebarkan rahmat kepada mereka, lebih mempertinggi keanggunan dan memba­wakan keridaan Allah kepada mereka. Mengenai itu Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam telah menegaskan:

لا يقعد قوم يذكرون الله إلا حنتهم الملائكة وغشيتهم الرحمة ونزلت عليهم السكينة وذكرهم الله فيمن عنده

Orang-orang yang duduk berzikir (menyebut nama) Allah, para malaikat niscaya mengelilingi mereka, menaburkan rahmat kepada mereka dan menurunkan Sakinah (ketenangan) bagi mereka. Al­lah menyebut mereka kepada siapa yang berada di sisi-Nya.” (Diri­wayatkan oleh Musli, Turmudzi, dan Ibnu Majah).

Para ahli zikir selalu disertai malaikat dalam beribadah. Para ma­laikat duduk bersama mereka, berbuat seperti yang mereka perbuat

dan berbicara seperti mereka berbicara. Kemudian para malaikat itu naik ke langit membawa amal perbuatan mereka; sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam:

“Ketika malaikat melewati ‘Abdullah bin Rawwahah yang sedang mengingatkan sahabat-sahabatnya, ‘Kalian adalah orang-orang yang kepadaku Allah memerintahkan agar aku bersabar diri bersa­ma kalian.’ Ia lalu membaca:

واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغدوة والعشي يريدون وجهه ولا تعد عينك عنهم تريد زينة الحيوة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هوىه وكان أمره فرطا

Dan hendaklah engkau bersabar bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari sambil mengharap keridaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengha­rapkan hiasan hidup di dunia ini, dan janganlah (pula) engkau mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya. Keadaan mereka itu sungguh telah melampaui batas. (QS. Al-Kahfi: 28).


Sumber : Terjemah Syaraf al-Ummah al-Muhammadiyyah Karya Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hassani