Allah SWT berfirman:

من عمل صا لحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه  حياة طيبة

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (Qs. An-Nahl: 97)

وعد الله الذين امنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا

Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (Qs. An-Nuur: 55)

أولئك لهم جنات عدن تجري من تحتهم الانهار يحلون فيها من اساور من ذهب ويلبسون ثيابا خضرا من سندس وإستبرق متكئين فيها على الأرائك نعم الثواب وحسنت مرتفقا

Artinya: “Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” (Qs. Al-Kahfi: 31)

إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Qs. Maryam: 96)

Ibnu Abbas ra berkata: “Allah SWT men-cintai mereka dan memberikan rasa cinta di hati orang-orang yang beriman terhadap mereka.”

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda: bahwasannya Allah SWT berfirman:

من عاد لي وليا فقد آذنته بالحرب وما تقرب إلي عبدي بشئ أحب إلي مما افترضت عليه ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يمشي بها ورجله التي يمشى بها وإن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه

Artinya: “Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Aku menyatakan perang padanya. Dan hamba-Ku tiada mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari pada yang Aku fardhukan kepadanya, dan hambaku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya, apabila Aku mencintainya maka Aku adalah telinganya, yang dengannya dia mendengar, Aku adalah matanya yang dengannya dia melihat, Aku adalah tangannya yang dengannya dia memegang, dan Aku adalah kakinya yang dengannya dia berjalan, apabila dia minta pada-Ku niscaya Aku akan memberinya, dan bila dia minta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya.”

Allah SWT telah memberi kemuliaan kepada hambanya yang melaksanakan apa-apa yang diwajibkan kepadanya dan ditambah dengan memperbanyak amalan ibadah sunnah dengan rasa cinta yang teramat besar ini, hingga dalam setiap aktivitasnya dia selalu merasa bersama Allah SWT dan karena Allah SWT

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam meriwayatkan dari Allah SWT :

إذا تقرب إلي عبدي شبرا تقربت إليه ذراعا وإذا تقرب إلي ذراعا تقربت منه باعا وإذا أتى يمشى اتيته هرولة

Artinya: “jika seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal saja, niscaya Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, maka Aku mendekatinya sedepa, dan apabila ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Aku pasti mendatanginya dalam keadaan berlari.”

Maksud dari pada kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya adalah dengan mentaati-Nya dan berkhidmat kepada-Nya, sedangkan yang dimaksud dengan kedekatan Allah SWT kepada hamba-Nya adalah dengan karunia dan rahmat-Nya.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam meriwayatkan dari Allah SWT:

أعددت لعبادي الصالحين مالا عين رأت ولا أذن سمعتولا خطر على قلب بشر

Artinya: “Aku telah mempersiapkan bagi para hamba-Ku yang saleh segala sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dihati manusia.”

Disebutkan dalam kitab Zabur: “Wahai anak Adam taatilah Aku, niscaya Aku akan penuhi hatimu kepuasan, kedua tanganmu dengan rezeki dan badanmu dengan kesehatan.”

Allah SWT telah mewahyukan kepada dunia: “Wahai dunia barang siapa yang mengabdi kepada-Ku, layanilah dia, barang siapa yang mengabdi kepadamu, maka perbudaklah dia.”

Bisyir bin Al-Harits berkata: “Telah pergi orang­-orang yang baik dengan memperoleh keuntungan dunia akhirat.”

Yahya bin Muadz berkata: “Anak-anak dunia mereka dilayani oleh budak-budak, sedangkan anak-anak akhirat dilayani oleh orang-orang merdeka.”

Wahai saudaraku, jika engkau menginginkan kemuliaan yang tiada batas, pemberian yang tiada henti-hentinya, kemuliaan yang tidak akan hilang, kebesaran yang tidak punah, maka taatilah Tuhanmu.”

SesungguhnyaAllah SWT telah menjadikan kesemuanya itu di dalam taat kepada-Nya, Ia memuliakan para hamba-Nya yang mentaatinya, bahkan sebagian hamba yang mentaatinya telah ia muliakan dengan membebaskan mereka dari belenggu syahwat, membersihkan hati mereka dari kotoran cenderung kepada dunia, menampakkan dihadapan mereka hal-hal yang luar biasa, seperti mengungkapkan hal-hal yang gaib, melimpahnya keberkahan, dan dikabulkannya doa-doa mereka.

Sehingga orang-orang mendapatkan per-cikan dari cahaya-cahaya mereka, mengikuti jejak mereka, berdo’a kepada Allah SWT dengan perantara mereka agar Allah SWT memudahkan segala urusan mereka, dan memohon kepada Allah SWT dengan berkat mereka agar mereka terhindar dari musibah, mereka mencari keberkahan di tempat-tempat yang dilalui oleh para hamba tersebut dan begitu juga mengharap barokah dengan menziarahi kuburan-kuburan mereka.

Allah SWT telah memuliakan mereka dengan sesuatu yang lebih besar dari itu semua dan memberi mereka sesuatu yang lebih besar dari itu semua, yaitu mencurahkan cahaya-Nya pada hati mereka, dan meliputi hati mereka dengan ma’rifat-Nya dan kecintaan kepada-Nya, dan Allah SWT menjadikan mereka merasa senang dengan berdzikir kepada-Nya di dalam khalwat mereka, hingga mereka merasa lebih senang menyendiri dari kumpulan manusia, dan Allah SWT telah menyiapkan kenikmatan yang abadi di surga-Nya bagi mereka, dan menjanjikan kepada mereka bahwa mereka akan memandang kepada wajah-Nya yang Mulia serta Allah SWT akan memberikan kepada mereka keridhaan-Nya yang terbesar.

Allah SWT berfirman:

ذلك هو الفوز العظيم

Artinya: “Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.” (Qs. Ad-Dukhaan: 57)

لمثل هذا فليعمل العاملون

Artinya: “Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.”  (Qs. Ash-Shaffaat: 61)

Sumber : Terj. Risalatul Mudzakarah Maal Ikhwanul Muhibbin Min Ahli Khair Wad-Din

Karya al-Alamah al-Habib Abdullah bin Alwi al Haddad